La Nina Ancam Sektor Pertanian, Bagaimana Persiapan Kementan?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 320 2298250 la-nina-ancam-sektor-pertanian-bagaimana-persiapan-kementan-BBhge3dZio.jpg Petani (Foto: Okezone)

JAKARTA - BMKG memprediksi beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami fenomena La Nina. Dampak dari La Nina di Indonesia berupa banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, dan puting beliung hingga mengancam sektor pertanian dan kesehatan.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri mengatakan pihaknya sudah melakukan beberapa langkah antisipasi dampak dari fenomena alam tersebut. Di antaranya seperti sosialisasi dan diseminasi perkembangan cuaca iklim terkini kepada pengambil kebijakan dan penyuluh di daerah endemik banjir.

Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan Pangan, RI Andalkan Sagu

"Distribusi varietas toleran genangan atau cocok pada MH, dan varietas tahan OPT (seperti wereng cokelat, BLB, blast dan ganjur," kata Kuntoro saat dihubungi, Jumat (23/10/2020).

Selain itu, Kementan juga mendistribusikan pompa air untuk menyedot genangan di sawah akibat hujan yang lebat. Selanjutnya, adalah memberikan bantuan benih dan pupuk agar petani tetap bisa memanen sawahnya.

"Bagi petani yang sudah mempunyai Asuransi Pertanian akan dapat penggantian jika tanaman terkena banjir," ujarnya.

 

Seperti diketahui, beberapa daerah di Indonesia yang diprediksi terkena La Nina adalah Aceh, Sumatera Utara pesisir barat, Bangka bagian utara, Banten bagian selatan, Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kemudian, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur bagian barat, Kalimantan Utara bagian timur, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini