Libur Panjang Akhir Oktober, Menhub Tak Ingin Ada Gelombang Kedua Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 320 2298378 libur-panjang-akhir-oktober-menhub-tak-ingin-ada-gelombang-kedua-covid-19-NxDpQEOWuB.jpg Menhub (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengingatkan agar peningkatan laju penularan pandemi Covid-19 tidak terjadi lagi dalam liburan panjang akhir bulan Oktober 2020. Lalu bagaimana pemerintah mengantisipasi dan mempersiapkan transportasi agar tidak ada penularan pandemi?

Terkait hal itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah melakukan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan dan memenuhi protokol kesehatan dengan baik.

"Kami tidak ingin di satu sisi senang. Lalu satu sisi ada gelombang kedua atau penularan besaran Covid-19," ujar dia dalam telekonferensi, Jumat (23/10/2020).

Baca Juga: Ini Strategi Pemkot Bogor Cegah Penyebaran Covid-19 saat Libur Panjang 

Maka itu, pihaknya akan mengundang operator dari transportasi darat, udara dan laut. Hal itu untuk menyampaikan pesan-pesan soal kehati-hatian penularan virus corona. Di mana apabila ada operator yang tidak sesuai dengan sektor masing-masing ada sanksi dilakukan.

"Besok saya akan mengumpulkan seluruh Dishub di seluruh Indonesia. Kami juga ingin kehati-hatian ini bisa dilakukan sampai ke Papua. Potensi upaya terjadinya peningkatan penularan Covid-19 memang potensi terjadi saat dalam perjalanan," ungkap dia.

Budi juga mengingatkan agar masyarakat yang akan melakukan rekreasi harus dengan protokol kesehatan dengan baik. "Jadi kami dengan Polri akan melepas pasukan di berbagai tempat," tandas dia.

Sebelumnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh gubernur untuk mengantisipasi potensi terjadinya kenaikan kasus Covid-19 pada saat libur panjang dan cuti bersama pada akhir Oktober 2020.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini