Indonesia Jadi 5 Negara Produsen Halal, di Bawah Malaysia hingga Arab Saudi

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 24 Oktober 2020 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 320 2298946 indonesia-jadi-5-negara-produsen-halal-di-bawah-malaysia-hingga-arab-saudi-gFceN4umS4.jpg Halal (Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia berhasil berada di posisi 5 dari peringkat 10 negara produsen produk halal di dunia. Namun hal ini masih tertinggal dari Malaysia, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrian, dan Arab Saudi.

Menurutnya peringkat negara produsen produk halal ini merujuk pada laporan The State of Global Islamic Economy Report 2019-2020, dengan mengukur kekuatan ekonomi syariah 73 negara.

 Baca juga: Menkeu Bakal Gratiskan Sertifikasi Halal Buat UMKM

"Jadi, dalam laporan itu Indonesia menempati peringkat kelima untuk 2019-2020. Ini di bawah Malaysia, Bahrain, UEA, dan Arab Saudi," ujar dia acara webinar strategis nasional 'Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia', Sabtu (24/10/2020).

Dia juga merinci Malaysia berada di peringkat pertama dengan nilai 111, UEA peringkat kedua nilai 79, Bahrain peringkat ketiga nilai 60, dan Arab Saudi peringkat keempat nilai 50,2 dan Indonesia kelima nilai 49.

 Baca juga: Punya Potensi Besar, Kok RI Masih Rajin Impor Produk Halal?

"Kita ketahui, industri tekstil cukup unggul, kita di nomor kedua, di bawah Turki. Naumn di media dan rekreasi masih perlu kerja keras, demikian juga farmasi dan kosmetik," ungkap dia.

Sedangkan kanjut dia, untuk produk makanan dan minuman halal, Indonesia belum berada di peringkat 10 besar. Padahal di dalam negeri dan ekspor, sumbangan terbesar ekonomi halal berasal dari sektor ini, khususnya minyak kelapa sawit (CPO).

"Kita masih terus mengejar top 10 halal food. Dan juga top muslim friendly travel, kita ranking tiga, di bawah UEA dan Turki," jelas dia.

Maka itu, tutur dia, Indonesia perlu meningkatkan kinerja industri halal agar bisa menempatkan Indonesia sebagai produsen produk halal terbesar pada 2024. "Target ini sejalan dengan besarnya potensi pasar produk halal di Indonesia maupun dunia," tandas dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini