Banyak Libur dan Cuti Bersama, Konsumsi Listrik Diprediksi Melonjak

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 320 2299719 banyak-libur-dan-cuti-bersama-konsumsi-listrik-diprediksi-melonjak-bvqNC8wh4c.jpg PLN Optimis Konsumsi Listrik Meningkat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Konsumsi listrik pada kuartal IV-2020 diharapkan naik seiring adanya hari libur panjang.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril mengatakan, siklus pada tahun normal sebelum adanya pandemi Covid-19 menunjukkan konsumsi listrik meningkat pada waktu mendekati hari libur panjang akhir tahun dan hari besar keagamaan.

Baca Juga: 433 Desa di Indonesia Bakal Terang Benderang

"Pada tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan tinggi terjadi pada waktu mendekati hari libur, kemudian juga mendekati hari besar keagamaan, seperti nanti di bulan Desember itu akan banyak target," ujarnya pada Market Review IDX Channel, Senin (26/10/2020).

Menurut dia, konsumsi listrik sektor industri juga biasanya mengalami peningkatan menjelang hari libur panjang untuk mengejar target produksi dan persiapan hari libur. Dia berharap, siklus ini juga terjadi pada kuartal IV tahun ini.

Baca Juga: Penyebab Listrik Sering Mati, Ternyata Ada yang Disengaja

"Kami harapkan pada siklus ini pertumbuhan kita akan mengalami kenaikan cukup signifikan di bulan Oktober, November, dan Desember," tuturnya.

Bob menuturkan, pihaknya tidak bisa memprediksikan berapa proyeksi permintaan listrik pada momen akhir tahun 2020. Namun melihat data penjualan listrik pada Januari-September 2020 menunjukkan kenaikan 0,61% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.

Menurut dia, kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan kegiatan perekonomian di masyarakat dibanding pada saat awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Peningkatan penjualan listrik terlihat sejak Juli hingga September 2020.

"Ini jauh lebih bagus daripada prediksi kami di awal saat pandemi terjadi di bulan April. Pada awalnya kami melihat potensi pertumbuhan minus 6,15%, tetapi sejauh ini sudah mencapai 0,61% dan kami lihat pertumbuhan ini akan positif. Kami tetap optimis untuk pertumbuhan energi listrik," tandasnya. 

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini