433 Desa di Indonesia Bakal Terang Benderang

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 320 2297218 433-desa-di-indonesia-bakal-terang-benderang-WdxBvYoVVq.jpg Listrik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan pemerintah akan mengaliri listrik di 433 desa. Sebab, pemerintah berkewajiban menyediakan energi dengan jumlah yang cukup merata, terjangkau, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat dalam rangka mewujudkan energi yang berkeadilan.

Menurutnya, Kementerian ESDM bersama PLN pun memiliki pekerjaan rumah, untuk sama-sama mengaliri listrik ke seluruh desa-desa yang ada di pelosok Indonesia.

Baca Juga: Penyebab Listrik Sering Mati, Ternyata Ada yang Disengaja

"Masih ada 433 desa yang akan kita listriki dan akan kita lakukan tahun depan. Terutama di daerah-daerah yang terluar dan terpencil," ujar dia dalam acara Energy Day 2020, Rabu (21/10/2020).

Kemudian, lanjut dia, saat ini pemanfaatan energi di Indonesia memang masih mengandalkan pada energi yang berbasis fosil. Di mana sebagian di antaranya bahkan masih disubsidi atau berasal dari impor.

Baca Juga: Awas Kesetrum, Berikut Cara Terhindar dari Bahaya Listrik

"Maka itu ketergantungan kita memang masih cukup besar pada energi yang berasal dari impor," ungkap dia.

Dia menjelaskan, ketergantungan itu bahkan masih harus terjadi pada produk LPG (Elpiji), yang sudah menjadi salah satu kebutuhan utama untuk konsumsi di rumah tangga.

"Jadi dalam beberapa waktu ke depan, masalah ketergantungan energi khususnya yang berasal dari kanal impor semacam ini, akan menjadi tantangan berat bagi kami," jelasnya.

Dia juga menambahkan, dengan tidak adanya sumber energi fosil baru atau energi lain yang bisa dijadikan alternatif guna memenuhi kebutuhan energi dasar bagi masyarakat. Maka pemerintah harus mengeluarkan cost atau bahkan upaya ekstra keras guna mencukupi kebutuhan energi itu.

"Hal tersebut akan terjadi apabila kami (pemerintah), tidak melakukan sesuatu yang memang bisa disubstitusi dengan memanfaatkan sumber energi yang berasal dari dalam negeri," tandas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini