Dia menjelaskan, ketergantungan itu bahkan masih harus terjadi pada produk LPG (Elpiji), yang sudah menjadi salah satu kebutuhan utama untuk konsumsi di rumah tangga.
"Jadi dalam beberapa waktu ke depan, masalah ketergantungan energi khususnya yang berasal dari kanal impor semacam ini, akan menjadi tantangan berat bagi kami," jelasnya.
Dia juga menambahkan, dengan tidak adanya sumber energi fosil baru atau energi lain yang bisa dijadikan alternatif guna memenuhi kebutuhan energi dasar bagi masyarakat. Maka pemerintah harus mengeluarkan cost atau bahkan upaya ekstra keras guna mencukupi kebutuhan energi itu.
"Hal tersebut akan terjadi apabila kami (pemerintah), tidak melakukan sesuatu yang memang bisa disubstitusi dengan memanfaatkan sumber energi yang berasal dari dalam negeri," tandas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.