Bukan China, Singapura Raja Investasi di Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 320 2300214 bukan-china-singapura-raja-investasi-di-indonesia-Zd7WvC8fkL.jpg Investasi (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Kedekatan Indonesia dengan Singapura ternyata tidak hanya dalam aspek letak wilayah saja. Karena berdasarkan kegiatan ekonomi, Indonesia dan Singapura juga ternyata memiliki hubungan yang cukup erat.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengatakan, Singapura menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia. Bahkan, selama lima tahun, Singapura menempati peringkat pertama negara yang paling banyak berinvestasi di Indonesia.

Baca juga: Serapan Tenaga Kerja Masih Kecil, Bahlil: Enggak Gampang Bos

“Dalam lima tahun terakhir Singapura selalu berada di negara peringkat pertama negara dengan realisasi investasi,” ujarnya dalam acara Indonesia Investment Day secara Virtual, Selasa (27/10/2020).

Bahlil memaparkan, berdasarkan data dari BKPM dari 2015 hingga 2019, investasi Singapura yang ada di Indonesia mencapai USD46,4 miliar. Sementara pada periode Januari hingga September, realisasi Investasi Singapura di Indonesia mencapai USD7,2 miliar.

Baca juga: Investasi Kuartal III Capai Rp209 Triliun, Tanda Ekonomi Pulih?

Hal ini tentunya menjadi sesuatu kabar yang menggembirakan. Apalagi capaian tahun ini berada di atas tahun lalu, karena pada periode 2019, investasi Singapura di Indonesia hanya mencapai USD6,5 miliar.

“Kemudian untuk tahun 2020 Januari sampai September sudah terealisasi USD7,2 miliar ini adalah angka yang mengalahkan 2019. Di mana 2019 di Desember total FDI Singapura USD6,5 miliar,” jelasnya.

 

Jika melihat data tersebut lanjut Bahlil, menggambarkan jika Indonesia dan Singapura merupakan mitra ideologis. Utamanya adalah untuk mendukung perekonomian dan investasi di Indonesia.

“Sudah barang tentu ini bukan tidak beralasan. Kami mempunyai keyakinan bahwa investor dari Singapura merupakan mitra yang ideologis bagi keberlangsungan ekonomi dan investasi di Indonesia,” kata Bahlil.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini