Pengusaha: Banyak Hal Positif dari UU Cipta Kerja

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 320 2300267 pengusaha-banyak-hal-positif-dari-uu-cipta-kerja-g6QjeTbRqq.jpeg UU Cipta Kerja Disahkan DPR. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law sebagai reformasi struktural terbesar yang pernah dilakukan pemerintah dan DPR.

Rosan menilai, Omnibus Law mampu membawa perubahan dan angin segar bagi sejumlah industri yang saat ini terkontraksi akibat dari pandemi Covid-19. Dengan begitu, diharapkan pertumbuhan ekonomi Nasional bisa pulih dan tumbuh pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: UU Cipta Kerja Pangkas Birokrasi yang Gemuk

"UU Cipta Kerja merupakan satu langkah reformasi struktural terbesar yang pernah dilakukan oleh pemerintah dan DPR kita. Ini berdampak sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi ke depannya. Dan harapannya ini bisa membawa angin segar terhadap hal yang positif di tengah tekanan ekonomi saat ini," ujar Rosan dalam Webinar APBI-ICMA, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Sama halnya dengan keyakinan pemerintah, Rosan menilai, Omnibus Law dapat memberikan fasilitas berupa penyediaan lapangan pekerjaan baru melalui investasi dalam negeri dan luar negeri.

Baca Juga: Pengusaha dan AS Jajaki Peluang Investasi di Indonesia

Selain itu, Omnibus Law juga yakin bisa meningkatkan ekonomi dan peran para tenaga kerja atau buruh. Dengan begitu, peran dari buruh mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkesinambungan, berkelanjutan, dan berkualitas.

Rosan beranggapan bahwa isi dan subtansi dari Omnibus Law masih disalah pahami oleh sebagian masyarakat. Karena itu, upaya untuk mensosialisasikan dan mengedukasi ihwal ketentuan-ketentuan yang termaktub dalam UU Ciptaker perlu dilakukan secara agresif dan masif.

"Banyak hal positif dari UU Ciptaker, baik berupa penyederhanaan perizinan, dan memang UU ini memuat hampir 79 UU dan lebih dari 1.300 pasal, ya harapannya ini membawah dan mampu memfasilitasi kita dan memberikan perbaikan pada sejumlah sektor yang terdampak saat ini," ujar dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini