Babak Belur, Boeing Bakal PHK 7.000 Karyawan

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 30 Oktober 2020 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 30 320 2301633 babak-belur-boeing-bakal-phk-7-000-karyawan-CG1jd6rVHQ.png PHK (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Boeing kembali mengumumkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 7.000 karyawan. Hal ini dilakukan menyusul penurunan pendapatan perusahaan.

Sebelumnya, pembuat pesawat telah mengumumkan pengurangan staf sebanyak 19.000 pekerjaan awal tahun ini, melalui kombinasi PHK sukarela dan tidak sukarela. Namun pada hari rabu, perusahaan memperkirakan jumlah karyawan yang di PHK menjadi sekitar 130.000 pekerjaan pada akhir 2021.

Baca Juga: Gelombang PHK Boeing, 16.000 Karyawan Terancam

Artinya akan ada tambahan 7.000 PHK, di samping pengurangan alami di perusahaan sepanjang tahun. Pada bulan Agustus, perusahaan telah memperingatkan karyawan akan ada PHK tambahan yang akan datang.

Oleh karena itu, perusahaan menawarkan putaran baru pembelian. Boeing tidak segera mengidentifikasi di mana PHK akan terjadi dan belum bisa memastikan apakah ini akan menjadi akhir dari PHK yang dilakukan.

Perusahaan membukukan kerugian USD754 juta atau setara Rp11,15 triliun (mengacu kurs Rp14.800 per USD) tidak termasuk barang-barang khusus, pada kuartal terakhir karena pendapatan turun USD5,8 miliar atau setara Rp85,79 triliun atau 29%.

Maskapai penerbangan pun telah menunda pengiriman pesawat baru dan membatalkan pesanan karena penurunan tajam dalam perjalanan udara yang disebabkan oleh pandemi. Boeing mendapatkan sebagian besar pendapatannya dari penjualan pesawat pada saat pengiriman.

"Pandemi global terus menambah tekanan pada bisnis kami pada kuartal ini, dan kami menyelaraskan diri dengan kenyataan baru ini," kata CEO Dave Calhoun melansir dari CNN, Jumat (30/10/2020).

Calhoun memperkirakan bahwa lalu lintas udara global tidak akan kembali ke level 2019 setidaknya selama tiga tahun lagi. Dan menurutnya, proses recovery akan membutuhkan beberapa tahun untuk mengejar tingkat pertumbuhan yang telah diramalkan sebelum pandemi.

Dampak pandemi pada penjualan pesawat akan berlangsung selama bertahun-tahun yang akan datang, katanya, menambahkan bahwa prospek pasar pesawat komersial 10 tahun Boeing sekitar 11% lebih rendah dari yang diasumsikan tahun lalu.

“Dari perspektif 20 tahun, kami masih melihat dampak Covid, tapi lebih kecil,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini