Banyak Sampah Makanan, Milenial Ini Dirikan Startup

Aditya Pratama, Jurnalis · Sabtu 31 Oktober 2020 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 455 2301992 banyak-sampah-makanan-milenial-ini-dirikan-startup-kiMhPAMUsd.jpg Ilustrasi Startup (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - CEO Surplus.id Muhammad Agung Saputra menjelaskan alasan dibentuknya Surplus Indonesia. Dia menyebut, maraknya sampah makanan (food waste) di Tanah Air menjadi faktor utama dia dan rekan-rekannya membentuk sebuah Green Startup yang bergerak pada bidang lingkungan dan Food & Beverage.

Agung mengatakan, ide awal muncul saat dirinya mengenyam pendidikan di konsentrasi kebijakan lingkungan. Selama menjalani pendidikan, dirinya mengetahui bahwa Indonesia terkenal di peringkat kurang baik, seperti negara kedua penghasil sampah makanan terbesar di dunia atau polutan terbesar sampah plastik terbesar di dunia.

Baca Juga: Wishnutama: Dana Hibah Pariwisata Rp3,3 Triliun Segera Dikucurkan

"Sehingga saya berinisiasi, saya membuat komunitas, jadi saya mencari beberapa teman dan relasi yang mempunyai visi-misi sama sehingga terbentuk Surplus," ujar Agung dalam webinar Food Heroes Day, Sabtu (31/10/2020).

Dia menambahkan, Surplus.id dibentuk dengan mengawinkan antara sustainability dengan technology sehingga dapat menghasilkan sebuah platform yang bertujuan untuk mengurangi makanan berlebih dan berpotensi terbuang dari sumbernya di pelaku usaha.

"Karena pas kita lihat ternyata tidak hanya dari rumah tangga tetapi juga dari pelaku usaha yang menghasikan food waste ini," katanya.

 

Agung menyampaikan, dengan adanya Surplus pihaknya bercita-cita sistem yang sudah didigitalisasi bisa berkontribusi mengurangi sampah makanan dari sumbernya dengan skema dijual cepat atau dijual untuk menghabiskan stock.

"Jadi, kalau misal kita datang ke supermarket atau mall biasanya kan mereka etalasenya masih full atau ada promo beli satu gratis satu. Sebenarnya kalau misal kita tanya mereka itu adalah makanan berlebih atau produksi berlebih yang kalau tidak terjual hari itu akan terbuang sia-sia. Nah, tapi yang tau hanya orang-orang yang ada di mall atau supermarket aja sedangkan yg membutuhkan promo makanan berlebih tersebut bisa saja yang di luar area mall atau supermarket," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini