Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenaikan Jumlah Pelanggan Kerek Pendapatan Indosat Jadi Rp20,5 Triliun

Fadel Prayoga , Jurnalis-Rabu, 04 November 2020 |15:48 WIB
  Kenaikan Jumlah Pelanggan Kerek Pendapatan Indosat Jadi Rp20,5 Triliun
Pendapatan ISAT (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) meraup pendapatan sebesar Rp20,5 triliun pada kuartal III-2020. Pendapatan ini naik 9,22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp18,8 triliun.

Sementara, pendapatan seluler meningkat 12,9% dibanding tahun sebelumnya, menjadi Rp17 triliun, EBITDA mencapai Rp8,5 triliun atau meningkat 17% dibanding tahun sebelumnya, dan EBITDA margin tercatat sebesar 41,1% meningkat 2,7 bps dibanding tahun sebelumnya.

Pertumbuhan jumlah pelanggan serta ARPU menunjukkan bahwa investasi jaringan, inisiatif digital, dan penawaran ke pelanggan telah memberikan hasil yang menguntungkan.

Baca Juga: Harapan Pelaku Pasar Modal untuk Pilpres AS

Pelanggan seluler mencapai 60,4 juta pada akhir September 2020, meningkat 2,8% dibanding tahun sebelumnya, dengan rata-rata pendapatan bulanan per pelanggan (ARPU) sebesar Rp31,7 ribu dari sebelumnya Rp27,8 ribu, serta trafik data yang tumbuh sebesar 54,7% disbanding tahun sebelumnya.

Di pasar di mana sebagian besar operator menawarkan proposisi unlimited, Indosat Ooredoo telah berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan dengan pengalaman jaringan yang lebih baik dan harga yang terjangkau.

"Saya sangat gembira untuk mengumumkan bahwa Indosat Ooredoo mencatatkan triwulan III tahun 2020 dengan kinerja keuangan dan operasional yang kuat," kata President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Abdulaziz A. A. Al-Neama dalam keterbukaan informasi, Jakarta, Rabu (4/11/2020).

Meskipun di tengah persaingan ketat dan tantangan pandemi COVID19, Indosat terus menjaga momentum pertumbuhan dan terus berada pada jalur yang tepat mewujudkan strategi turnaround.

"Kami terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan telekomunikasi terbaik bagi masyarakat Indonesia. Di masa ini, kami tetap menempatkan kesehatan dan keselamatan karyawan sebagai prioritas utama dan melakukan kebijakan yang diperlukan untuk mendukung mereka," katanya.

Sementara itu, beban perseroan mencapai Rp18,8 triliun atau naik 8,6% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp17,3 triliun.

Selain itu, Indosat mencatatkan liabilitas Rp48,5 triliun atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp49,1 triliun. Liabilitas jangka panjang sebesar Rp14,9 triliun dan liabilitas jangka pendek sejumlah Rp11,71 triliun.

Ekuitas perseroan turun menjadi Rp13,2 triliun per September 2020 dari Rp13,6 triliun pada akhir 2019. Total aset ISAT menurun menjadi Rp61,7 triliun dari sebelumnya Rp62,8 triliun.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement