Bos BPJS TK: Semua Pekerja Wajib Dilindungi!

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 04 November 2020 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 320 2304000 bos-bpjs-tk-semua-pekerja-wajib-dilindungi-QFjBeUpAKB.jpg Manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk Perlindungan Pekerja. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

"Penandatanganan nota kesepahaman ini tidak lain adalah salah satu wujud nyata kehadiran negara untuk memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja baik di sektor informal dan formal," ujar Agus di Jakarta, Rabu (4/11/2020).

Baca Juga: 4 Fakta Sulitnya Pencairan JHT, Nomor 3 Banyak Calo

BPJS Ketenagakerjaan tidak pernah membeda-bedakan pekerja di bidang apapun dan dimanapun. "Semua pekerja wajib dilindungi, tapi yang dilindungi tentunya juga wajib mendaftarkan diri," imbuh Agus.

Sambung Agus, memang demikian syarat sistem perlindungan jaminan sosial di Indonesia yang sifatnya contributory. Dengan kata lain, hanya yang mendaftar dan membayar iuran yang bisa mendapatkan perlindungan penuh.

"Oleh karena itu, sangat perlu untuk bagaimana meningkatkan literasi, pemahaman, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial," tambahnya.

Baca Juga: Jaminan Hari Tua Sulit Cair, BPJS Ketenagakerjaan Jadi Sorotan

Agus menyampaikan bahwa pemerintah betul-betul memperhatikan dan menaruh perhatian serius terhadap perlindungan para pekerja Indonesia, salah satunya adalah melalui jaminan sosial ketenagakerjaan. Ada beberapa insentif yang diberikan oleh pemerintah, di antaranya baru-baru ini pemerintah memberikan peningkatan manfaat BPJS tanpa menambah biayanya.

"Manfaat yang ditawarkan luar biasa, salah satunya adalah beasiswa Rp16 juta untuk 1 anak. Dengan peningkatan manfaat ini, kalau ada pekerja yang meninggal, anaknya akan mendapatkan beasiswa dari sekolah dasar sampai sarjana," ungkapnya.

Selain itu, bagi ahli warisnya kalau mengalami kecelakaan juga akan dibiayai sampai sembuh. Ditambah lagi, selama yang bersangkutan tidak bisa bekerja, akan mendapatkan santunan 100%.

"Ini adalah momentum yang sangat baik, di mana sinergitas ini bisa mewujudkan kesejahteraan bagi pekerja dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional," tukas Agus.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini