Gaji Tak Naik, Menabung Wajib Dong

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 04 November 2020 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 622 2303984 gaji-tak-naik-menabung-wajib-dong-aCmkxQYfsd.jpg Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Kelesuan ekonomi yang terjadi pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19 membuat banyak pengusaha kesulitan menjalani bisnisnya. Hal ini berdampak kepada para pekerja, yakni tak akan menerima kenaikan gaji pada tahun 2021.

Keputusan tak menaikan upah buruh yang dilakukan para pengusaha membuat pekerja harus pintar mengalokasi pengeluaran. Selain itu, meskipun gaji tahun depan besarannya sama seperti tahun lalu, namun menabung tetap wajib dilakukan oleh para pekerja.

Baca Juga: Jabar Juara Gaet Investor, Raup Investasi Rp86,3 Triliun

“Meskipun gaji tahun depan tidak naik, namun sebaiknya tidak melewatkan untuk menabung sekecil apapun persentasenya,” kata Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho kepada Okezone, Rabu (4/11/2020).

Dia menjelaskan dana ideal untuk dialokasikan sebagai tabungan adalah 10% dari penghasilan bulanan yang diterima. Namun, bila besaran itu masih terasa berat, maka bisa diturunkan menjadi 5%. Dengan begitu, tetap masih ada uang yang berasal dari gaji masuk ke dalam tabungan.

“Jadi semisal persentase ideal jumlah yang ditabung adalah 10% dari penghasilan kita, maka kalaupun tidak memungkinkan maka kita bisa menguranginya jadi semisal 5%. Yang penting kita tetap membangun kebiasaan untuk menabung,” ujarnya.

Menurut dia, dengan keadaan gaji yang tak naik di tahun 2021, maka alangkah baiknya mengurangi pengeluaran yang sifatnya konsumtif.

“Lebih baik kita mengurangi konsumsi lain yang kurang perlu sehingga persentase uang yang ditabung bisa tetap pada angka ideal 10%. Hal ini sebagai bentuk pendisiplinan diri kita untuk tidak berbelanja hal-hal yang kurang perlu dan mendesak,” kata dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini