Meski RI Resesi, Sri Mulyani Pede Ekonomi Bergerak ke Zona Positif

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 320 2304689 meski-ri-resesi-sri-mulyani-pede-ekonomi-bergerak-ke-zona-positif-hjDB642EgX.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Kemenpan RB)

JAKARTA - Ekonomi Indonesia secara resmi mengalami resesi pada triwulan III-2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49% secara tahunan (year on year/yoy).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, meski resesi, namun perbaikan ekonomi sudah mengarah ke jalur positif. Mengingat, ada perbaikan yang terlihat dari triwulan sebelumnya.

Baca Juga: Indonesia Masuk Jurang Resesi, Pengusaha Ngapain?

Seperti diketahui, pada triwulan II-2020, ekonomi Indonesia mengalami minus 5,32% secara tahunan. Sementara pada triwulan II-2020, ekonomi Indonesia masih minus namun lebih baik yakni minus 3,49%.

“Hal ini menunjukan bahwa proses pemulihan ekonomi dan pembalikan arah atau turning point dari aktifitas-aktifitas ekonomi nasional menunjukan ke arah zona positif,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Resesi, Daerah Mana yang Paling Minus?

Menurut Sri Mulyani, seluruh komponen dari pertumbuhan ekonomi pun terlihat menunjukan perbaikan. Misalnya dari sisi pengeluaran yang mengalami perbaikan ditandai dengan peningkatan produksi.

Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari stimulus fiskal yang diberikan pemerintah. Tak hanya itu, berbagai macam program bantuan sosial yang tertuang dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) juga turut serta dalam pembalikan arah ekonomi di triwulan ketiga.

“Perbaikan kinerja perekonomian didorong oleh peran stimulus fiskal atau peran dari instrumen APBN di dalam penanganan pandemi Covid-19 dan program pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini