KPK Inggris Selidiki Dugaan Korupsi Garuda soal Pesawat Bombardier

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 320 2305168 kpk-inggris-selidiki-dugaan-korupsi-garuda-soal-pesawat-bombardier-3wkx03sYuu.png KPK Inggris Periksa Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - Serious Fraud Office (SFO) atau KPK Kerajaan Inggris telah memulai penyelidikan terkait korupsi bombardier dan maskapai BUMN, Garuda Indonesia.

Penyelidikan dilakukan atas dugaan penyuapan dan korupsi sehubungan dengan kontrak dan atau pesanan dari Garuda Indonesia.

Menanggapi ini, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Kementerian BUMN akan mengikuti aturan.

Baca Juga: Erick Thohir Dukung Usut Tuntas Dugaan Suap di Garuda

"Kami di Kementerian BUMN sangat mendukung untuk penindak-lanjutan masalah hukum di Garuda karena ini merupakan bagian dari Good Corporate Governance dan transparasi yang dijalankan sejak awal kami menjabat dan sesuai dengan program transformasi BUMN," kata Erick di Jakarta, Jumat (6/11/2020).

Dia pun akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (KPK, Kumham, dan Kejaksaan) dalam penanganan kasus Garuda.

"Kumham membantu kami dalam melakukan revisi kontrak melalui mutual legal assistance," katanya.

Baca Juga: Garuda Indonesia Sesuaikan Harga Tiket di 13 Bandara

Sebagai informasi, Garuda Indonesia saat ini mengoperasikan 18 jet regional bombardier CRJ-1000. Kesepakatan untuk memperoleh pesawat diselesaikan selama Singapore Airshow pada Februari 2012, di mana maskapai penerbangan tersebut pada awalnya setuju untuk memperoleh enam pesawat CRJ-1000, dengan opsi untuk menerima pengiriman 12 jet tambahan.

Berdasarkan pengumuman Bombardier saat itu, kesepakatan tersebut bernilai USD 1,32 miliar dengan harga jual.

Garuda Indonesia menerima pengiriman jet regional pertama buatan Kanada pada Oktober 2012. Bombardier mengirimkan CRJ1000 terakhir ke maskapai pada Desember 2015.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini