JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau (GIAA) menilai liburan panjang nasional di akhir 2020 menjadi momentum melakukan recovery atau pemulihan bisnis perseroan. Manajemen menargetkan kinerja keuangan tumbuh positif pada kuartal ke-IV 2020.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, optimis bila pemulihan kinerja maskapai penerbangan pelat merah ada kuartal IV tahun ini akan akan membaik. Hal itu juga didorong oleh berbagai langkah pemulihan yang sudah dilakukan sebelumnya.
Baca Juga: Cara Dirut Garuda Hadapi Nyinyiran Pedas Netizen
"Melihat capaian kinerja perusahaan hingga saat ini, kami yakin berbagai upaya pemulihan kinerja yang dilakukan sudah on the track. Kami optimistis kinerja perusahaan pada periode tiga bulan ke depan akan semakin menunjukan pertumbuhan positif, khususnya dengan adanya periode libur panjang akhir tahun," ujar Irfan dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (7/11/2020).
Irfan menyebut, hingga September 2020 Garuda Indonesia membukukan pendapatan USD1,13 miliar. Di mana, pendapatan tersebut dikontribusikan oleh capaian pendapatan penerbangan berjadwal sebesar USD917,28 juta. Sedangkan pendapatan dari sektor penerbangan tidak berjadwal adalah sebesar USD46,92 juta.
Baca Juga: Bos Garuda Beberkan Alasan Penumpang Ramai saat Covid-19
Meski begitu, angka itu turun 67,83% dibanding periode yang sama tahun lalu yakni USD3,54 miliar. Pada laporan keuangan kuartal III-2020, perseroan mencatatkan kerugian sebesar USD1,07 miliar atau setara Rp15,3 triliun (kurs Rp14.321 per dolar).
Padahal, pada periode yang sama 2019, emiten mencatatkan laba sebesar USD122,4 juta.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.