JAKARTA - Nilai tukar Rupiah diperkirakan masih akan menguat pada pembukaan perdagangan pagi ini. Meskipun penguatan tipis hanya 10 hingga 20 poin.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan Rupiah masih akan terjadi karena data ekonomi dalam negeri masih baik. Meskipun malam tadi, saat pembukaan perdagangan di Amerika Serikat, mata uang dolar sangat perkasa.
Baca Juga: Kemenangan Joe Biden Bakal Kuatkan Rupiah
"Rupiah tetap menguat tapi tipis sekitar 10-20 poin. Karena data dalam negeri masih cukup bagus," ujarnya kepada media, Selasa (11/10/2020).
Sementara itu, untuk emas diperkirakan akan mengalami pelemahan. Mengingat, harga emas dunia pun pada pembukaan perdagangan di Amerika Serikat mendadak anjlok.
Baca Juga: Indonesia Resesi, Rupiah Justru Menguat Tajam
"Kalau emas kemungkinan kembali ke Rp935.000 per gram," ucapnya.
Ada beberapa hal yang menyebabkan harga emas anjlok. Pertama, adalah terkait suksesnya uji klinis tahap tiga dari vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh perusahaan Amerika Serikat dengan BioNTech asal Jerman.
Ditambah, juga faktor terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat yang baru. Joe Biden ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat setelah mengalahkan Donald Trump.
Menurut Ibrahim, terpilihnya Biden akan mempererat hubungan Amerika Serikat dengan China. Bahkan, Biden diperkirakan akan melakukan kerjasama dengan China untuk penelitian mengenai virus covid-19 di Wuhan.
"Dalam pemerintahan Joe Bida AS akan bekerjasama dg China utk penelitian Covid-19 di Wuhan, Joe Biden akan me lockdown Kota2 di AS , Eropa Lockdown, Stimulus besar kemungkinan terganjal kongres," ucapnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.