Tertinggal, Jokowi Punya PR Kembangkan Fintech Indonesia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 11 November 2020 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 320 2307889 tertinggal-jokowi-punya-pr-kembangkan-fintech-indonesia-r6iYIQgnIs.jpg Jokowi Sebut Fintech Indonesia Masih Tertinggal. (Foto: Okezone.com/Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyanyangkan perkembangan fintech di Indonesia masih rendah di Asean. Apalagi Indonesia masih tertinggal dari Malaysia dan Singapura yang teknologi fintechnya sudah berkembang pesat.

Rinciannya perkembangan fintech Singapura sebesar 98%, Thailand 82% dan Malaysia 85%.

Baca Juga: Kejar Singapura, Nilai Industri Fintech Diprediksi USD100 Miliar

"Inklusi keuangan kita masih rendah persentasenya yang hanya 75%. Kita masih punya pekerjaan rumah yang besar dalam pengembangan teknologi fintech," kata Jokowi dalam video virtual, Rabu (11/11/2020).

Kata dia, penyebab perkembangan fintech masih rendah yaitu masyarakat hanya menggunakan layanan keuangan Informal. Hal inilah menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.

"Karena masyarakat masyarakat banyak gunakan layanan keuangan nformal 35%," katanya.

Baca Juga: Kolaborasi Fintech dengan Perbankan di Indonesia, Saling Untung?

Dia berharap Inovator Fintech tidak hanya sebagai penyalur pinjaman dan pembayaran online saja. Tapi, bisa penggerak utama literasi keuangan digital bagi masyarakat.

"Fintech harus memberikan kontribusi positif ekonomi naisonal dan memberikan efek kepada masyarakat," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini