Holding Aviasi dan Pariwisata, Ini Alasan Garuda dan AP Tak Jadi Induk

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 11 November 2020 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 320 2307993 holding-aviasi-dan-pariwisata-ini-alasan-garuda-dan-ap-tak-jadi-induk-zDIRXVP9GC.jpg Penerbangan (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan alasan Erick Thohir tidak mengangkat PT Garuda Indonesia (Persero) dan PT Angkasa Pura (Persero) atau AP sebagai induk holding Aviasi dan Pariwisata. Alasan tersebut mengacu pada persoalan manajemen dan operasional kedua perseroan plat merah tersebut.

Staf khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga menyebut, baik AP dan Garuda sama-sama memiliki manajemen yang bertanggung jawab pada operasional perusahaan. Tugas itu dinilai Erick Thohir cukup berat, bila salah satu diantara kedua perseroan dijadikan induk holding aviasi dan pariwisata.

 Baca juga: Dipimpin Penas, Ini Daftar Anggota Holding Aviasi dan Pariwisata

Selain tugas manajemen pada operasional perusahaan, jumlah pegawai dari kedua emiten negara itu juga dinilai sangat banyak. Dengan begitu, akan menjadi tidak efektif bila keduanya ditetapkan sebagai induk holding.

"Jadi Garuda atau AP sebagai induk holding sangat berat karena pegawainya aja sangat banyak, satu sisi dia akan mengurusi holding, disisi lain dia mengurusi operasional. Nah, ini kita hindari, maka kita cari Penas (PT Survai Udara Penas) dan kita akan melakukan restrukturisasi di Penas sebagai induknya," ujar Arya dalam sesi Webinar, Jakarta, Rabu (11/11/2020).

 Baca juga: Erick Thohir Rombak Direksi Jamkrindo, Eks Direktur BNI Jadi Dirut

Dengan demikian, Arya mengungkapkan alasan pihaknya menetapkan PT Survai Udara Penas (Penas) sebagai induk holding. Hal itu dikarenakan, perseroan memiliki tingkat fleksibilitas restrukturisasi organisasi yang tinggi. Di mana, total karyawan sebanyak 5 orang dan 1 anak usaha, maka transformasi Penas sebagai induk holding akan lebih mudah dan ringkas.

"Banyak yg bertanya, kenapa Penas dijadikan induk holding, Penas ini adalah kami mencari perusahaan yang cukup ringan yang tidak banyak pegawai dan tidak banyak juga manajemennya hingga nanti kami bisa membentuk induk holding yang memang bertugas hanya untuk manajemennya. Jadi Penas yang kami ambil," kata dia.

Selain itu, penetapan Penes sebagai induk holding didasari atas kepemilikan saham. Di mana, status kepemilikan Penas oleh pemerintah sebesar 100 persen. Karena itu, Penas membawahi tujuh emiten yang menjadi sub holding, ketujuhnya adalah PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, Taman Wisata Candi (TWC), Inna Hotels & Resorts, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero), serta PT Sarinah (Persero).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini