Cucu Usaha Gudang Garam Garap Proyek Tol, Modalnya Wow!

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 278 2308478 cucu-usaha-gudang-garam-garap-proyek-tol-modalnya-wow-2N3HpQtiVX.jpg Cucu Usaha Gudang Garam Siap Rambah Bisnis Tol. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) merambah sektor infrastruktur. Melalui cucu perusahaan, PT Surya Kertaagung Toll ( SKT), perseroan menjalani bisnis proyek jalan tol.

Corporate Secretary PT Gudang Garam Tbk Heru Budiman mengatakan, PT SKT di bawah naungan PT Surya Kerta Agung (SKA), yang sahamnya dimiliki oleh perseroan sebanyak 499.999 atau sebanyak 99,9%.

Baca Juga: Tan Siok Tjien Wafat, Istri Pendiri Gudang Garam Sempat Kehilangan Rp19,26 Triliun

"Pendirian SKT telah dituangkan ke dalam Akta Pendirian Nomor 09 tanggal 6 November 2020 yang dibuat oleh Notaris Danny Rachman Hakim, SH, MKN, Notaris di Kediri dan telah mendapat pengesahan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomoe AHU-0057932.AH.01.01.Tahun 2020 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perseroan Terbatas PT Surya Kertaagung Toll, tertanggal 6 November 2020," demikian dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/11/2020).

Modal dasar pendirian PT SKT sebesar Rp1,2 triliun. Kemudian, modal yang ditempatkan dan disetor sebesar Rp300 miliar atau 300.000 saham dengan nilai nominal Rp1 juta per saham.

Baca Juga: Anak Tan Siok Tjien, Susilo Wonowidjojo Jadi Orang Terkaya ke-4 Indonesia

Selanjutnya, PT SKA mengambil bagian saham sebanyak 299.999 saham (99,9%) atau setara dengan Rp299,9 miliar. Sementara, sisanya diambil oleh Heru Budiman yang mendapatkan sebanyak satu saham atau setara dengan Rp1 juta.

Dia menjelaskan, nantinya PT SKT akan menggarap pekerjaan pembangunan, peningkatan dan perbaikan jalan baikk jalan raya, jalan tol dan jalan layang, termasuk juga kegiatan pembangunan, peningkatan, pemeliharaan penunjang, pelengkap dan perlengkapan jalan, jembatan dan jalan layang.

“Selain itu, juga akan mengurus pagar atau tembok penahan, drainase jalan, marka jalan, dan rambu-rambu, serta pemasangan bangunan prafabrikasi yang utamanya dari beton untuk konstruksi jalan dan jalan rel sebagai bagian dari pekerjaan yang tercakup dalam konstruksi bangunan sipil dan biasanya dikerjakan atas dasar subkontrak,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini