Share

Masih Undervalued, Rupiah Berpotensi Menguat

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 09:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 320 2308873 masih-undervalued-rupiah-berpotensi-menguat-Um40kRBVQc.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah akan dipengaruhi oleh perdagangan dolar Amerika Serikat hari ini. Pasalnya, Rupiah masih berpotensi menguat.

Mengutip riset Treasury MNC Bank, Jakarta, Jumat (13/11/2020), nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat. Apalagi, level sekarang secara fundamental masih undervalued.

 Baca juga: Rupiah Lesu, Pagi Ini Parkir di Level Rp14.097/USD

Kemarin, nilai tukar rupiah ditutup melemah 85 poin atau 0,6% menjadi Rp14.170 per USD. Di saat indeks dolar AS naik 0,06% menuju 93,106.

Adapun, indeks dolar AS mengakhiri sesi perdagangan Kamis dengan berbalik melemah 0,08 poin atau 0,09% ke level 92,963. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) berada di level Rp14.187 per USD kemarin, melemah 111 poin atau 0,78 persen dari posisi Rp14.076 pada Rabu 11 November 2020.

 Baca juga: Menguat, Rupiah Dekati Level Rp14.000/USD

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan perkembangan nilai tukar rupiah mulai bergerak stabil, bahkan cenderung menguat. Dia mengatakan rupiah sempat tertekan hingga mencapai level Rp16.575 per USD pada 23 Maret 2020 di tengah kepanikan akibat wabah Covid-19. Namun, sejak saat itu rupiah menguat signifikan 17,8 persen hingga 9 November 2020.

Penguatan yang terjadi ini, tidak terlepas dari berbagai kebijakan stabilisasi nilai tukar yang terus dilakukan BI. Penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh stabilitas politik yang terjadi di AS setelah pemilu berlangsung pada November 2020.

BI memandang, nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat, didukung dengan inflasi yang rendah dan terkendali, defisit transaksi berjalan yang rendah, daya tarik aset keuangan domestik yang tinggi, dan premi risiko Indonesia yang menurun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini