Premium di Jawa-Bali Bakal Hilang, Pertamina: BBM Oktan Tinggi Bikin Udara Bersih

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 16 November 2020 07:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 320 2310144 premium-di-jawa-bali-bakal-hilang-pertamina-bbm-oktan-tinggi-bikin-udara-bersih-WFrN0BvRiz.jpg Premium Bakal Dihapus (Foto: Reuters)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) akan terus mengedukasi kepada masyarakat perihal penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ramah lingkungan. Hal ini tidak terlepas dari rencana penghapusan BBM jenis Premium yang memiliki kadar RON lebih rendah yakni RON 88.

Sebenarnya, BBM dengan RON lebih tinggi akan berdampak positif untuk mesin kendaraan dan udara yang lebih bersih. Oleh karena itu, Pertamina terus melakukan edukasi kepada masyarakat.

Namun, saat ini Pertamina memastikan tetap menjalankan penugasan Pemerintah untuk menyalurkan Premium, termasuk di wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali). Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 serta Kepmen ESDM Nomor 1851 K/15/MEM/2018.

Baca Juga: BBM Premium Bakal Hilang 1 Januari 2021, Ini Tanggapan Pertamina 

Pjs VP Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari menjelaskan sebagai badan usaha hilir yang mendapat penugasan dalam menyalurkan BBM, Pertamina tidak akan menghapuskan Premium. Sebab menurutnya, keputusan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah.

"Pertamina tunduk pada regulasi yang ada. Yang dilakukan saat ini yakni mengedukasi konsumen untuk menggunakan BBM ramah lingkungan dan yang lebih berkualitas dalam meningkatkan performa kendaraan," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Selain itu lanjut Heppy, Pertamina juga memberikan stimulus berupa promo-promo BBM kepada konsumen. Sehingga para konsumen tergerak untuk mencoba BBM dengan kualitas lebih baik dan merasakan dampaknya ke mesin kendaraan melalui Program Langit Biru.

Program Langit Biru, imbuh Heppy, dilakukan Pertamina atas dukungan pemerintah daerah dan kementerian KLHK untuk menjawab tuntutan dan agenda global dalam rangka mengurangi kadar emisi gas buang kendaraan bermotor dan sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 20 Tahun 2017.

"Untuk tahun mendatang, Program Langit Biru diharapkan akan dapat diterapkan lebih luas seiring dengan Pertamina tetap mengikuti ketentuan Pemerintah dalam hal penugasan penyaluran Premium kepada masyarakat," jelasnya.

 

Lantas apa alasan premium layak dihapus? Berikut faktanya seperti dirangkum.

 

1. Bahaya Bagi Kesehatan

Pada 2018, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Imran Agus Nurali seperti yang dilaporkan mengatakan BBM oktan rendah dapat mengganggu saluran pernafasan, apalagi di jalanan yang padat kendaraan.

“Yang punya risiko asma bisa lebih memicu asma, sampai jangka panjang adalah kanker paru-paru,” kata Imran. Salah satunya penyakit yang bakal timbul yaitu kanker, yang terjadi karena terdapat reaksi hidrokarbon (HC) di udara dan membentuk ikatan plycyclic aromatic hidrocarbon (PAH), bila masuk dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang sel kanker.

 

2. Merusak Lingkungan

Guna memenuhi kualifikasi BBM ramah lingkungan dan memenuhi standar Euro, minimal harus memiliki nilai oktan atau RON 91 dan atau CN 51 untuk kategori diesel. Itulah mengapa langit udara negara-negara di Eropa tetap cerah biru, beda dengan Jakarta.

Faktanya Jakarta pernah diberikan predikat sebagai satu kota terpolusi di dunia. Buktinya adalah hasil ukur oleh AQI (Air Quality Indeks) pada Juli 2019, Jakarta berposisi sebagai kota terpolusi di dunia, dengan skor 175, alias kota tidak sehat (unhealthy). Di mana 75 persen penyebab polusi di Jakarta adalah transportasi darat.

 

3. Bahaya Bagi Kendaraan

Penggunaan premium dalam mesin kendaraan berkompresi tinggi akan menyebabkan knocking. Knocking memicu suara mesin menjadi kasar terus terusan. Knocking menyebabkan tenaga mesin berkurang sehingga terjadi pemborosan atau inefisiensi. Jika berkepanjangan, bisa mengakibatkan kerusakan pada piston dan harus diganti.

Meskipun saat ini Premium sudah mulai langka atau sulit untuk mendapatkannya, bahkan di tiap-tiap SPBU di berbagai daerah sudah tidak melayani BBM jenis premium. Namun, mayoritas masyarakat masih banyak yang menggunakannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini