Bakal Dihapus dari Jawa-Bali Mulai 2021, Ini 3 Fakta Bahaya BBM Premium

Djairan, Jurnalis · Sabtu 14 November 2020 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 14 320 2309496 bakal-dihapus-dari-jawa-bali-mulai-2021-ini-3-fakta-bahaya-bbm-premium-BsdvqvmgtC.jpg BBM Premium Bakal Dihapus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) membocorkan rencana penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium mulai 1 Januari 2021. Dimulai dari Pulau Jawa, Madura dan Bali (Jamali) dan akan menyusul di wilayah lain.

Premium merupakan bahan bakar mesin bensin dengan oktan rendah, yaitu angka oktan minimal 88. Premium diproduksi sesuai Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 3674 K/24/DJM/2006 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin yang Dipasarkan di Dalam Negeri. Lantas apa alasan premium layak dihapus? Berikut faktanya seperti dirangkum, Jakarta, Sabtu (14/11/2020).

Baca Juga: BBM Premium Bakal Hilang 1 Januari 2021, Ini Tanggapan Pertamina 

1. Bahaya Bagi Kesehatan

Pada 2018, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Imran Agus Nurali seperti yang dilaporkan mengatakan BBM oktan rendah dapat mengganggu saluran pernafasan, apalagi di jalanan yang padat kendaraan.

“Yang punya risiko asma bisa lebih memicu asma, sampai jangka panjang adalah kanker paru-paru,” kata Imran. Salah satunya penyakit yang bakal timbul yaitu kanker, yang terjadi karena terdapat reaksi hidrokarbon (HC) di udara dan membentuk ikatan plycyclic aromatic hidrocarbon (PAH), bila masuk dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang sel kanker.

 

2. Merusak Lingkungan

Guna memenuhi kualifikasi BBM ramah lingkungan dan memenuhi standar Euro, minimal harus memiliki nilai oktan atau RON 91 dan atau CN 51 untuk kategori diesel. Itulah mengapa langit udara negara-negara di Eropa tetap cerah biru, beda dengan Jakarta.

Faktanya Jakarta pernah diberikan predikat sebagai satu kota terpolusi di dunia. Buktinya adalah hasil ukur oleh AQI (Air Quality Indeks) pada Juli 2019, Jakarta berposisi sebagai kota terpolusi di dunia, dengan skor 175, alias kota tidak sehat (unhealthy). Di mana 75 persen penyebab polusi di Jakarta adalah transportasi darat.

3. Bahaya Bagi Kendaraan

Penggunaan premium dalam mesin kendaraan berkompresi tinggi akan menyebabkan knocking. Knocking memicu suara mesin menjadi kasar terus terusan. Knocking menyebabkan tenaga mesin berkurang sehingga terjadi pemborosan atau inefisiensi. Jika berkepanjangan, bisa mengakibatkan kerusakan pada piston dan harus diganti.

Meskipun saat ini Premium sudah mulai langka atau sulit untuk mendapatkannya, bahkan di tiap-tiap SPBU di berbagai daerah sudah tidak melayani BBM jenis premium. Namun, mayoritas masyarakat masih banyak yang menggunakannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini