Surplus Neraca Dagang Tak Bikin Wamenkeu Puas

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 17 November 2020 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 320 2311005 surplus-neraca-dagang-tak-bikin-wamenkeu-puas-tm1xord9hR.jpg Neraca Dagang Surplus tapi Ekonomi Belum Membaik. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menilai surplusnya neraca dagang Indonesia sebesar USD3,6 miliar pada Oktober 2020, masih menunjukkan bahwa kondisi ekonomi belum stabil

"Kalau kita lihat ekspor dan impor maka kita lihat ekspornya (tumbuh) negatif, impornya juga negatif. Tapi penurunan impor lebih dalam dibandingkan ekspor, sehingga neraca perdagangan kita dapat momentum surplus. Tapi surplusnya karena lebih karena ekspor yang turun lebih rendah dibandingkan impor," ujar Wamenkeu dalam video virtual, Selasa (17/11/2020).

Baca Juga: Neraca Dagang Surplus tapi Sayang Tak Berkualitas

Dirinya menjelaskan bahwa surplus ini disebabkan karena kontraksi impor yang tumbuh negatif 19,7% sepanjang tahun ini, sedangkan kontraksi ekspor tumbuh negatif 5,58%. Secara sektoral, ekspor pertanian masih tumbuh positif.

"Sementara sektor pertambangan terus turun, adapun manufaktur relatif stagnan,"katanya. 

Baca Juga: Neraca Dagang Surplus, BI Jaga Ketahanan Eksternal

Dari sisi impor, semua golongan impor per penggunaan mengalami kontraksi, baik untuk barang konsumsi, bahan penolong/bahan baku dan juga barang modal.

"Perlambatan aktivitas domestik dan lemahnya permintaan masyarakat masih menjadi faktor utama pelemahan kinerja impor," pungkasnya.

Indonesia kembali mencatat surplus sebesar USD3,61 miliar. Perkembangan ini melanjutkan surplus bulan sebelumnya sebesar USD2,39 miliar.

Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Oktober 2020 mencatat surplus USD17,07 miliar jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami defisit 2,12 miliar.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan, Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini