Butuh Duit, Jual Aset atau Ngutang ke Pinjol?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 17 November 2020 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 622 2310958 butuh-duit-jual-aset-atau-ngutang-ke-pinjol-YBHQP3TwRS.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Kemajuan teknologi membuat belakangan ini muncul sebuah aplikasi pinjaman online (Pinjol) di media sosial. Namun, kemudahan dalam meminjam di pinjol terkadang suka membuat Anda lupa diri akan ancaman bunga tinggi di depan mata.

Baca Juga: BLT Cair Lagi, Jangan Lupa Bayar Cicilan Pinjaman Online

Oleh sebab itu, sebaiknya di tengah krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia akibat Covid-19 sebaiknya hindari untuk meminjam di aplikasi teknologi berbasis keuangan tersebut. Sebab, dikhawatirkan nanti Anda tak bisa membalikkan pokok pinjaman serta beban bunganya.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho menyarankan bagi Anda yang sedang mengalami kesulitan finansial agar lupakan niat untuk meminjam ke pinjol. Keputusan terbaik agar mendapatkan dana segar ialah jual atau gadaikan aset yang dimiliki agar Anda tak memiliki beban untuk mengembalikan uangnya.

 

"Dalam kondisi sangat terdesak, daripada mencari pinjamam sebaiknya dengan cara menjual atau menggadaikan barang atau aset yang ada agar tidak terbebani pengembalian utang tersebut, yang dalam kondisi seperti sekarang berpotensi gagal bayar,” ujarnya kepada Okezone.

Menurut dia bila Anda memutuskan untuk meminjam, maka harus memikirkan apakah mampu untuk mengembalikan utang pokok dan beban bunganya sekaligus. Bila Anda sudah mengkalkulasikan bahwa pinjaman yang diambil masih bisa dibayar, maka itu harus dipertanggungjawabkan.

"Bukanya yang penting saya minjem dulu entar perkara urusan balikinnya lihat nanti. Itu berarti dalam arti kita sudah punya gambaran bahwa kita sebenarnya juga enggak mampu balikin kalau memang sudah berpikiran seperti itu jangan playing victim Kita Ditagih-tagih merasa jadi korban," kata Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini