Sektor Pertanian Bisa Menolong Indonesia dari Resesi

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 320 2311598 sektor-pertanian-bisa-menolong-indonesia-dari-resesi-Qut4OhRYGC.jpg Sektor Pertanian Bisa Mendorong Pemulihan Ekonomi. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkomitmen menggerakkan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong pemulihan ekonomi dan mewujudkan ketahanan pangan Nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P mengatakan, pandemi Covid-19 memukul hampir seluruh sektor dan memicu resesi ekonomi dunia, tak terkecuali Indonesia.

Meski sempat mendapatkan hambatan, sektor pertanian, peternakan dan perikanan mampu beradaptasi dan masih dapat meningkatkan produktivitasnya dan tumbuh positif di tengah pandemi.

Baca Juga: Hadapi Cuaca Ekstrem, Mentan Kerahkan 9.000 Ton Pupuk untuk Petani

"Sektor pangan terbukti bisa menjadi salah satu penopang pemulihan ekonomi Nasional ke depannya," kata Rosan dalam video virtual, Rabu (18/11/2020).

Kata dia, sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan industri pengolahan dapat diandalkan untuk mendorong pemulihan perekonomian Nasional.

“Sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional, sektor pangan bisa menjadi salah satu tumpuan. Sektor ini tidak terdampak besar karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang selalu dibutuhkan, meskipun ekonomi sedang krisis. Bahkan, dalam situasi sekarang, sektor pangan semakin strategis. Sebab, jika pangan tidak tercukupi dikhawatirkan berpotensi mengganggu stabilitas,” ungkap Rosan.

Menurutnya, sektor pertanian perlu terus dikembangkan karena masih bertumbuh positif di saat sektor lain justru mengalami kontraksi. Kebijakan dan kemitraan yang berpihak kepada sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan industri pengolahan yang mendukung ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan, perlu terus didorong.

“Kami juga berharap pemerintah mempercepat realisasi kebijakan insentif dan stimulus untuk petani, peternak, dan nelayan guna meningkatkan daya beli dan produktivitas, serta stimulus berupa modal kerja pasca Covid-19,” tandasnya.

Baca Juga: Mentan Prediksi La Nina Rusak Lahan Pertanian

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan, Franky O Widjaja mengatakan, Presiden Joko Widodo memberi target kepada Kadin untuk memberi pendampingan kepada satu juta petani dari sebelumnya 200 ribuan petani. Kadin bersama dengan Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro) telah berhasil mewujudkan target tersebut pada awal 2020.

Para petani yang mendapatkan pendampingan tersebar di seluruh Indonesia dan telah mampu meningkatan produktivitas sekitar 70% dan pendapatan sekitar 50 – 200%.

“Kadin bersama PISAgro, bertekad untuk meningkatkan pendampingan menjadi dua juta petani pada 2023,” ujarnya.

Franky menjelaskan beberapa negara di Asia Tenggara bisa sukses mengembangkan sektor pertaniannya. Vietnam mampu menjadi produsen beras nomor satu di dunia, Thailand juga mampu menjadi produsen beras nomor dua di dunia dan sejumlah produk hortikultura. Begitu pula dengan Malaysia sudah mampu mengembangkan durian lokalnya.

Indonesia, kata Franky, sejauh ini sudah suskes mengembangkan kelapa sawit dan menjadi produsen utama dunia. Agar kesuksesan tersebut bisa direplikasi untuk komoditas lainnya, maka sedikitnya ada lima kunci sukses. Pertama, menciptakan ekosistem dan business model yang kondusif, yaitu melalui Inclusive Close Loop.

Kedua, perlu dukungan kebijakan pemerintah dan mendukung business model untuk produk-produk pertanian yang ingin diunggulkan. Ketiga, Franky, melanjutkan, keberadaan koperasi petani untuk mencapai skala ekonomi dan menciptakan food estate yang dapat direplikasi. Keempat, membangun rantai pasok terintegrasi.

“Terakhir, yang kelima, kerja sama berbagai pihak (public private partnership) dengan koperasi petani,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini