Menteri Edhy Ungkap Potensi Besar Kelautan dan Perikanan RI

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 320 2312226 menteri-edhy-ungkap-potensi-besar-kelautan-dan-perikanan-ri-1izImxeRO8.jpg Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Dok. KKP)

JAKARTA - Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas lautan ⅔ dari total wilayahnya membuat Indonesia memiliki keunggulan dalam kekayaan sumber daya kelautan dan perikanan. Maka tidak salah jika sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi penggerak roda perekonomian nasional.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengatakan, ada sejumlah alasan mengapa sektor kelautan dan perikanan pantas untuk menjadi penggerak roda perekonomian nasional. Pertama, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi baik dari kuantitas maupun diversitas.

Baca Juga: Mar'uf Amin Ramal Ekonomi RI 2021 Tumbuh 5%

"Banyak hal yang dulunya hanya sekadar kita ambil dari lapangan, baik dari rawa maupun pantai dan laut lepas. Tapi sekarang itu semua sebagian sudah banyak yang bisa kita hasilkan sendiri dengan dipijahkan, salah satunya Ikan Kerapu, yang tadinya ikan bebas yang tumbuh di karang-karang sekarang bisa kita perbanyak dengan teknologi dan ini karya anak bangsa," ujar Edhy dalam webinar Jakarta Food Security Summit (JFSS) 5, Kamis (19/11/2020).

Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, bisnis sektor kelautan dan perikanan memiliki keterkaitan yang kuat dengan industri lainnya atau dia sebut memiliki effect pengganda. Dia menyinggung dimana lima tahun lalu sektor ini berhenti hanya karena beberapa kebijakan yang dibuat seakan mengadu dan dihadapkan antara sustainability keberlangsungan dengan prospority.

"Padahal kalau kita melihat secara bijak untuk apa kita bicara sustainability saja kalau prospority tidak kita dapat? sebaliknya, untuk apa kita mengejar prospority kalau sustainability kita abaikan? dua kutub ini yang selama ini selalu diperhadapkan padahal sebenarnya kalau kita secara bijak, tekun dan teliti menganalisa ini, ini semua bisa kita jalankan secara bersama-sama," katanya.

Di samping keunggulan potensi yang dimiliki Indonesia, Edhy menyebut bahwa prospek pasar produk kelautan dan perikanan di masa datang menunjukkan pangsa yang terus meningkat. Mantan anggota DPR ini menuturkan, di masa pandemi Covid-19 saat ini awalnya dikhawatirkan sektor ini akan sangat terdampak, namun hal itu tidak berlangsung lama.

"Kembali ke udang, sebagian besar mereka hadir ke saya minta keringanan bagaimana dibeli produknya sebelum Covid masuk Indonesia. Bahkan, mereka minta dibeli dengan harga kembaliin ke harga pokok mereka waktu membiayai sebelum mereka cari untung. Faktanya sekarang, rata-rata mereka sudah mengantongi untung Rp20.000 per kilo udang dgn ukuran 40 ekor per kg," ucapnya.

"Ini menunjukkan bahwa potensi ini tidak mengenal penyakit Covid, kenapa? boleh restoran, warung tutup, boleh negara lockdown tapi rakyatnya tetap akan butuh makan," sambungnya.

Edhy menyampaikan, di masa pandemi saat ini sektor kelautan dan perikanan memang diuji dan ini merupakan peluang untuk membangkitkan ekonomi di tersebut.

"Belum lagi dari sektor manfaat ke dalam negeri bagaimana kalau kita bisa memproduksi sektor ini kemudian dioptimalkan dalam negeri," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini