RNI Induk Holding Pangan, Erick Thohir: Kita Tak Mau Jadi Menara Gading

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 320 2312369 rni-induk-holding-pangan-erick-thohir-kita-tak-mau-jadi-menara-gading-lDIERKWvqd.jpg Erick Thohir (Foto: KBUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan pembentukan holding BUMN pangan bukan untuk menjadikan perseroan pelat merah sebagai 'menara gading' atau suatu kedudukan yang serba mulia. Pembentukan klaster pangan ini untuk difokuskan pada bisnis utama (core business)

"Kita di Kementerian BUMN tidak mau menjadi menara gading, kami Kementerian BUMN membuat klaster BUMN pangan agar lebih efisien, terkontrol dan juga impek full. Untuk itu kita kembangan industri pangan nasional, baik penggunaan pasar domestik, tetapi juga yang terpenting substitusi impor," ujar Erick di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Baca Juga: Bocoran Holding BUMN Baru di 2021 

Dalam core business pangan, hal itu agar tidak terjadi overlapping atau tumpang tindih antara perusahaan BUMN pangan satu dengan lainnya. Bahkan, langkah ini juga dia nilai tidak membunuh bisnis perseroan swasta.

"Jadi tidak overlapping satu dengan yang lainnya, bahkan sekarang saling membunuh antar BUMN dan akhirnya saling bunuh bahkan ke swasta dan mitra karena merasa menara gading tadi. Karena itu kita coba petakan input production, distribusi, dan lain-lain," kata dia.

 

Ihwal komoditas yang menjadi fokus holding pangan yang dipimpin PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI ini adalah beras, jagung, gula, ayam, sapi kambing, ikan, cabe, bawang merah, dan garam.

"Ini yang kita fokuskan yang dikelola oleh BUMN pangan. strukturnya alhamdulillah kemarin sudah disetujui di mana, RNI menjadi (induk) holdingnya lalu," ujar Erick.

Erick juga mengungkapkan struktur klaster pangan sudah disetujui. Di mana RNI menjadi induk atau holding. Adapun RNI akan membawakan beberapa BUMN seperti PT Berdikari (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero) (Perinus), Perum Perikanan Indonesia (Perindo), dan PT Pertani (Persero). Selanjutnya PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Garam (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini