Erick Thohir Tak Mau Lagi BUMN Bikin Universitas-Universitas

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 20:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 320 2312667 erick-thohir-tak-mau-lagi-bumn-bikin-universitas-universitas-nuydade0DT.jpg Erick Thohir (Foto: KBUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan melarang BUMN yang ingin membentuk perguruan tinggi atau universitas baru. Langkah pembatasan itu seiring dengan adanya upaya kerja sama antara BUMN dan pihak swasta, khususnya di sektor Research and Development (R&D).

"Kita tidak mau lagi para BUMN membuat universitas-universitas. Tapi, bagaimana semua R&D-nya dibalikkan kembali ke universitas (swasta). BUMN mendukung komersialisasi yang ada di universitas tersebut," ujar Erick, Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Baca Juga: Erick Thohir Leburkan Perum Perindo-Perinus, Ini Tujuannya 

Erick mengutarakan, R&D merupakan langkah penting dalam sebuah bisnis. Dalam bisnis, research menjadi basis atau pondasi dari pada pengembangan produksi. Kedua Research and Development juga menjadi kunci dari sebuah komersialisasi.

"Satu bagaimana R&D itu harus menjadi basis yang penting dalam arti pengembangan daripada produk itu sendiri. Kedua, kunci yang tidak kalah pentingnya adalah komersialisasinya," kata Erick.

 

Karena ini, dalam pengembangan R&D, BUMN diminta untuk menggandeng pihak swasta. Di mana, perseroan negara bisa berkolaborasi dengan kampus-kampus non-BUMN. Dengan begitu, skema yang diharapkan adalah kampus swasta yang melakukan R&D dan perusahaan negara bertugas melakukan komersialisasi. "Sehingga biar R&D di universitas, kita yang komersialisasinya," kata dia.

Di sektor pangan, dia mengingatkan pentingnya menggandeng private sector. Upaya ini juga untuk menjaga keterbatasan sumber daya yang dimiliki perusahaan BUMN. Dia mencontohkan seperti penggarapan lahan yang dimiliki oleh negara, bila BUMN tidak secara maksimal menggarap lahan-lahan yang tersedia, maka hal itu bisa dilakukan oleh perusahaan swasta.

"Contohnya, banyak sekali potensi lahan yang ada di Kementerian BUMN. Kita sedang mapping, mana lahan-lahan atau mana jenis pangan yang memang kapabilitasnya tidak baik. Jadi memang kelasnya belum di situlah. Tetapi kalau yang kita kuat, it's okay. Tetapi kalau yang memang tidak maksimal, kenapa kita tidak maksimalkan dengan private sector," ujar Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini