Resesi, Kebijakan Ekonomi Harus Memikirkan Jangka Panjang

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Sabtu 21 November 2020 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 320 2313589 resesi-kebijakan-ekonomi-harus-memikirkan-jangka-panjang-DUw5hERknW.jpg Ekonomi RI (Okezone)

JAKARTA - Langkah dan kebijakan yang diambil untuk memulihkan ekonomi pada tahun 2021 tidak hanya akan mempengaruhi perekonomian dalam jangka pendek. Akan tetapi juga akan menentukan struktur ekonomi Indonesia dalam jangka menengah dan panjang.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal memandang kondisi resesi ekonomi pada tahun 2020 ini seharusnya dimanfaatkan untuk melakukan reformasi dan transformasi ekonomi. Hal ini agar dapat tumbuh lebih kokoh, berkelanjutan, dan lebih tahan terhadap guncangan krisis dalam jangka waktu yang lama.

 Baca juga: Sri Mulyani Beberkan Cara RI Keluar dari Middle Income Trap

"Apalagi, Indonesia saat ini berada pada fase yang mendekati puncak bonus demografi, yang artinya kesempatan untuk melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi semestinya terbuka lebar," kata Faisal, Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

 Infografis Ekonomi RI Kuartal III-2020

Oleh sebab itu, lanjut dia, terobosan-terobosan kebijakan harus dilakukan tidak hanya untuk pemulihan ekonomi dalam jangka pendek saja. Revitalisasi dan pendalaman industri manufaktur, termasuk strategi penguatan ke hulu maupun ke hilir, harus dipercepat.

 Baca juga; Tak Cuma Lawan Covid-19, Sri Mulyani: Kita Harus Bangun Indonesia

Menurut dia di antara terobosan kebijakan tersebut adalah mengembangkan industri turunan untuk komoditas yang pasokannya melimpah di dalam negeri, seperti minyak sawit, karet, kakao, dan kelapa. "Strategi substitusi impor juga perlu dikembangkan untuk produk-produk yang selama ini memiliki ketergantungan impor yang tinggi, seperti obat-obatan dan tepung terigu, dengan bahan baku alternatif yang terdapat di dalam negeri," sebut Faisal.

Langkah-langkah tersebut semestinya juga sejalan dengan upaya penciptaan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan dalam masa pemulihan ekonomi. Adapun strategi pengembangan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional juga sangat vital dalam mendorong pemulihan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan pada masa mendatang.

Program-program bantuan untuk UMKM semestinya tidak hanya terfokus pada aspek pembiayaan, tetapi juga dengan memperkuat pendampingan teknis, membangun keterkaitan dengan usaha besar, dan memfasilitasi mereka untuk memperoleh akses pasar yang lebih luas, baik di pasar domestik maupun di pasar ekspor.

Dari sisi perdagangan internasonal, strategi untuk ekspansi ekspor ke pasar-pasar baru yang non tradisional seperti ke negara-negara di kawasan Afrika, Amerika Latin dan Asia Tengah, juga perlu dipercepat. Strategi ini juga dibutuhkan untuk mengurangi ketergatungan dan konsentrasi ekspor pada pasar tradisional yang masih relatif tinggi.

"Tahun 2020 ini juga memberikan pelajaran berharga bagi kita bahwa potensi guncangan terhadap ekonomi sangat mungkin berasal dari faktor-faktor di luar ekonomi, seperti pandemi, bencana alam, perubahan iklim, dan lain-lain," terang dia.

Oleh sebab itu, untuk membangun ekonomi yang lebih kokoh dan tahan guncangan dalam jangka yang lebih lama, reformasi dan transformasi dalam pembangunan ekonomi juga harus dilakukan dengan mempertimbangkan dimensi yang lebih luas, baik dimensi sosial budaya, lingkungan hidup, maupun aspek lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini