JAKARTA - Ekonomi kuartal keempat diproyeksikan masih mengalami pertumbuhan negatif. Ekonomi Indonesia hingga akhir 2020 diperkirakan berada di level minus 1% hingga 0,4% .
"Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diperkirakan akan berada di level minus 1,7% hingga 0,6%," kata Direktur Investama Hans Kwee, di Jakarta, Minggu (22/11/2020).
Baca Juga: Menko Perekonomian Airlangga: Tren Membaik, Sektor Swasta Didorong Optimistis Kembali Berinvestasi
Lalu, konsumsi masyarakat atau rumah tangga menyumbang lebih dari setengah produk domestik bruto Indonesia mengalami penyusutan 3,49% pada kuartal ketiga. Hal ini yang mendorong ekonomi ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade.
Baca Juga: Indonesia Resesi, Jokowi: Sangat Sulit
Terlebih, Bank Indonesia pada RDG November menurunkan suku menjadi 3.75% dari sebelumnya 4% untuk mendorong pertumbuhan kredit agar dapat menggerakan perekonomian.
"Baru diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan membaik di tahun 2021 menjadi 4.5 % sampai 5.5 %. Tetapi hal ini sangat terpengaruh oleh vaksin Covid-19," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut 2020 menjadi sangat menantang bagi seluruh dunia. Pasalnya, semua negara ditantang memecahkan masalah yang tidak terduga sebelumnya.
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 membuat ekonomi global mengalami kontraksi. Tak terkecuali, ekonomi Indonesia yang kini mengalami resesi setelah dua kuartal berturut-turut mengalami minus.
“Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat krusial bagi dunia. Sangat sulit bagi dunia. Semua negara ditantang untuk memecahkan masalah yang tidak terduga sebelumnya,” ujarnya
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.