Realisasi Anggaran PEN Capai Rp408,61 Triliun, UMKM Paling Besar

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 23 November 2020 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 320 2314452 realiasi-anggaran-pen-capai-rp408-61-triliun-umkm-paling-besar-MZUat9fo9T.jpg Realisasi PEN untuk UMKM Capai Rp96 Triliun. (Foto: Okezone.com)

 JAKARTA - Realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) per telah mencapai Rp408,61 triliun atau 58,7% pada 18 November 2020. Di mana pagu anggaran PEN sebesar Rp695,2 triliun.

Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Ubaidi Socheh Hamidi menjelaskan, realisasi PEN terdiri dari enam klaster. Pertama, program kesehatan telah mencapai Rp37,31 triliun atau 38,4% dari pagu anggaran sebesar Rp97,26 triliun.

Baca Juga: Pesan Menhub untuk Inovator Muda di Tengah Covid-19

"Kita tahu bahwa kesehatan ini untuk mendukung peralatan penanganan Covid-19, insentif tenaga medis termasuk untuk bantuan iuran dan pelaksanaan Satgas Covid-19," ujar Ubaidi dalam Webinar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021, Senin (23/11/2020).

Program kedua adalah program perlindungan sosial yang telah mencapai realisasi yang cukup besar atau mencapai Rp193,07 triliun atau 82,4% dari pagu anggaran Rp234,33 triliun.

Baca Juga: Ekonom UNS-UI Bahas Arah Kebijakan Moneter Indonesia Selama Resesi

Dia menyebut, program perlindungan sosial ini mengalami beberapa perluasan program termasuk subsidi internet untuk pelajar, subsidi gaji dan adanya perpanjangan waktu yang pada awalnya hanya sampai September menjadi Desember 2020.

"Perlindungan sosial yang mencapai 82% ini, mampu menjaga konsumsi masyarakat miskin dan rentan miskin. Dari beberapa data yang ada dan perhitungan kami menunjukkan bahwa diperkirakan 3,43 juta orang akan terselamatkan dari kemiskinan karena program perlindungan sosial PEN ini. Jadi, kalau kita lihat program perlindungan sosial mampu menghentikan laju kemiskinan di 2020," katanya.

Program ketiga adalah sektoral, Kementerian atau Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah yang sudah mencapai Rp35,33 triliun atau 53,6% dari pagu anggaran Rp65,97 triliun. Program keempat adalah program insentif dunia usaha yang mencapai Rp44,29 triliun atau 36,7% dari pagu anggaran Rp120,6 triliun. Program kelima yaitu pembiayaan korporasi yang baru mencapai Rp2 triliun atau 3,2% dari pagu anggaran Rp62,2 triliun.

"Terakhir ialah program UMKM yang juga cukup besar realisasinya, mencapai Rp96,61 triliun atau 84,1% dari pagu anggaran Rp114,81 triliun. Program ini juga mendorong lahirnya unit usaha baru. Jadi kalau kita lihat, untuk yang berusaha dibantu buruh tidak tetap akan mendorong naiknya lapangan kerja untuk 1,13 juta orang," ucap Ubaidi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini