Food Estate Didanai Anggaran PEN, Ini Kata Wamen BUMN

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 320 2316142 food-estate-didanai-anggaran-pen-ini-kata-wamen-bumn-3uedSMQQ1E.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melakukan pengalihan atau realokasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satu yang menarik perhatian adalah dimasukkannya proyek pembangunan lumbung pangan atau food estate dalam anggaran PEN.

Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dimasukkannya proyek food estate ini dikarenakan sektor pertanian menjadi salah satu yang masih tumbuh di tengah pandemi covid-19. Selain itu, penyerapan tenaga kerja dari sektor pertanian juga masih cukup tinggi.

 Baca juga: Kebut Belanja, 1.900 Paket Proyek Infrastruktur Dilelang

Seperti diketahui, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III 2020 tercatat mengalami kontraksi hingga minus 3,49%. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tersebut didominasi oleh kontribusi lima sektor, yakni pertanian, industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

Namun, dari kelima sektor itu, hanya pertanian yang masih tumbuh positif. Sementara, industri pengolahan tercatat minus 4,31%, perdagangan minus 5,03%, konstruksi minus 4,52%, serta pertambangan minus 4,28%.

 Baca juga: Realisasi PEN Baru 58,7%, Ini Rinciannya

"Salah satu yang masih berputar adalah industri pertanian. Itu sebabnya program food estate masuk ke sana karena kami lihat masih bisa terus berjalan," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (25/11/2020).

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut menambahkan, ke depan pemerintah juga akan terus menggenjot program di beberapa sektor yang masih tumbuh di tengah pandemi. Salah satunya adalah sektor perikanan dan juga pertanian.

"Salah satu yang masih berputar adalah industri pertanian. Itu sebabnya program food estate masuk ke sana karena kami lihat masih bisa terus berjalan," jelasnya.

Menurut Budi, realokasi ini juga sebagai respon dari arahan Presiden Joko Widodo. Di mana, Presiden Jokowi meminta agar anggaran pemulihan ekonomi nasional harus diprioritaskan untuk program yang bisa berdampak langsung oleh masyarakat.

"Memang ada beberapa realokasi, sekali lagi arahan Presiden program ekonomi harus benar-benar yang bisa menyerap tenaga kerja dan juga masih bisa berputar. Tipe bisnisnya dan usahanya," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini