Sementara untuk Indonesia, pemerintah terus berupaya melakukan pemulihan dengan membuka kembali sejumlah kawasan wisata di daerah. Meski begitu, pemerintah masih memprioritaskan wisatawan lokal daripada wisatawan mancanegara (Wisman). Pembukaan kembali destinasi juga diiringi oleh penerapan protokol kesehatan secara ketat.
"Tak kalah penting, protokol kesehatan Covid-19 sendiri harus tetap dijalankan walaupun nanti kita sudah vaksin, karena kondisi daripada Covid-19 ini indikasi awal masih hanya 1 atau 2 tahun, jadi vaksin bukan untuk selamanya " kata dia.
Erick juga menekan pentingnya keberpihakan kementerian dan lembaga (K/L) bagi pembangunan wisata lokal. Bahkan, Kementerian BUMN sendiri tengah melakukan pemetaan ihwal program yang diarahkan bagi pembangunan dan pengembangan lokasi-lokasi wisata di Tanah Air.
"Kalau dilihat sebelum Covid-19, 90% itu wisata lokal, dan hanya 10% wisatawan mancanegara, dan ini kami dari Kementerian BUMN mencoba melakukan mapping bagaimana keberpihakan pembangunan untuk wisata lokal pun tidak kalah. Tentu, berdasarkan 90% dari wisata lokal, dan 10% dari data sebelum Covid-19 itu wisatawan asing," ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.