JAKARTA - Pemerintah tengah mengambil sejumlah langkah strategis untuk melakukan pemulihan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19.
Pemerintah pun menggelontorkan dana sebesar Rp9,956 miliar yang dialokasikan bagi pemulihan sektor tersebut.
Baca Juga: 10 Kementerian Dapat Jatah Anggaran PEN Rp21,06 Triliun
Meski begitu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekankan pentingnya penjualan (marketing) sektor pariwisata harus didasarkan pada aspek kepercayaan publik. Artinya, dalam proses pemulihan pariwisata, selain aspek stimulus, pemerintah juga perlu membangun kepercayaan publik ihwal rasa aman dan nyaman.
"Bagaimana bahwa marketing kita harus berdasarkan kepercayaan yaitu rasa aman. Karena tidak mungkin pada kondisi ini (Covid-19) kita ingin bangun pariwisata tapi tidak aman Covid-19, atau tidak aman dari segi sosial. Kami, mendukung percepatan tersebut (pariwisata)," kata Erick dalam rapat koordinasi nasional percepatan pengembangan lima destinasi pariwisata super prioritas, Jumat (27/11/2020),
Erick memaparkan, sejumlah negara-negara di dunia sudah mulai membuka kembali kawasan destinasi pariwisata baik level domestik maupun internasional.