Perubahan Iklim, Mentan Akui Pertanian Butuh Teknologi Canggih

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 30 November 2020 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 320 2318744 perubahan-iklim-mentan-akui-pertanian-butuh-teknologi-canggih-rvATtP7db6.jpg Mentan Syahrul Limpo (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian di Indonesia saat ini sudah sangat mumpuni. Hal ini membuat siap bersaing dengan negara-negara lainnya.

Kemudian, lanjut dia, pihaknya ingin aspek lain yang juga harus lebih diperkuat untuk bersinergi dengan kualitas SDM di sektor pertanian tersebut. Seperti menerapkan sains, riset, dan teknologi yang lebih tepat dalam sektor pertanian.

 Baca juga: Mentan Pamer Sektor Pertanian Kebal Covid-19

"Jadi nantinya kualitas intervensi dalam teknologi (di sektor pertanian) menjadi sangat penting," ujar dia dalam webinar Indef secara virtual, Senin (30/11/2020).

Menurutnya, intervensi untuk mempercepat penerapan sains dan teknologi di sektor pertanian ini harus segera dilakukan oleh Kementerian Pertanian dan para stakeholder terkait lainnya. Hal ini dikarenakan, dengan adanya climate change atau perubahan iklim global yang menyebabkan ketidakstabilan iklim atau musim.

 Baca juga: Pertanian Menghasilkan Duit Banyak, Milenial Tak Tertarik Jadi Petani?

"Maka itu, terobosan sains dan teknologi sangat dibutuhkan untuk mengatasinya. Dan dengan adanya climate change dan ketiba-tibaan dari cuaca, (penerapan sains dan teknologi) tidak bisa lagi abaikan. Sedangkan kita hanya bisa mengandalkan air terus-menerus datang dari langit saja," jelasnya.

Dia juga menjelaskan, sektor pertanian nasional saat ini butuh intervensi dari aspek artificial intelligence (kecerdasan buatan). Misalnya dengan pengamatan dari citra satelit yang resolusinya lebih dekat, pengendalian melalui agregat global warm.

"Atau dengan sistem-sistem digital lainnya. Hal ini wajib harus dilakukan," ungkap dia.

Dia menambahkan untuk mendukung penetrasi aspek sains dan teknologi di sektor pertanian itu. Pihaknya ingin sekolah-sekolah pertanian mutlak harus ditambah lebih banyak lagi dari yang sudah ada.

"Apalagi, hal itu sebenarnya juga didukung dengan adanya potensi dari aspek bonus demografi, yang dimiliki Indonesia ke depannya," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini