JAKARTA - Perkembangan transaksi digital kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena mudah, cepat dan praktis.
Namun, perkembangan digital memberi celah terhadap modus kejahatan baru di dunia maya seperti peretasan.
Baca Juga: Kondisi Tak Menentu, Ini Keuntungan Pakai Jasa Perencana Keuangan
Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, ada 7 cara agar transaksi keuangan digital tetap aman. Langkah pertama, jangan memberikan PIN/OTP kepada siapapun, termasuk oknum yang mengaku sebagai pegawai bank.
"Ingat bahwa bank tidak pernah meminta PIN/OTP dari konsumen," kata Sekar di Jakarta, Senin (30/11/2020).
Baca Juga: Cara Menghitung Bunga Deposito Bank agar Tak Kaget Cek Rekening
Kata dia, langkah kedua mengganti PIN/password secara berkala agar terhindar dari peretasan. Ketiga, hindari akses menggunakan wifi publik, gunakan jaringan internet yang aman ketika melakukan transaksi dan pastikan logout setelah bertransaksi.
Keempat, aktivikasi notifikasi transaksi baik melalui SMS atau email. "Kelima, selalu pantau notifikasi yang muncul, jika ada yang mencurigakan hubungi bank," bebernya.
Keenam, apabila mengganti/menjual ponsel atau komputer, pastikan jejak keuangan di perangkat yang lama sudah terhapus dengan benar. Serta langkah ketujuh, pastikan mengunduh aplikasi/mengakses internet banking pada situs bank yang resmi.
"Jika tiba-tiba tidak bisa menggunakan ponsel, segera laporkan ke penerbit kartu seluler untuk menghindari cloning sim card," tandasnya.
(Feby Novalius)