Erick menyebut, penurunan laba disebabkan karena 90 persen bisnis BUMN terdampak pandemi. Sehingga penurunan pendapatan dan laba dari BUMN juga sulit terelakkan. Selain itu, ketidakpastian kondisi perekonomian nasional juga turut mempengaruhi kinerja perseroan.
"Karena Covid-19 kita ada perubahan roadmap sedikit. Secara ekonomi dan bidang usaha pasti terkoreksi. Kalau kita lihat di tahun ini koreksinya sampai 60 persen. Tahun depan masih ada koreksi 30 persen," katanya.
(Fakhri Rezy)