Efisiensi, Erick Thohir Bakal Sinergikan BRI, Pegadaian dan PNM

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 320 2319328 efisiensi-erick-thohir-bakal-sinergikan-bri-pegadaian-dan-pnm-nqAAb8uNzV.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Okezone)

JAKARTA - Langkah efesiensi terus dilakukan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di mana, pihak kementerian akan melakukan penyatuan platform sejumlah perseroan plat merah.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, sinergitas platform tersebut agar akses pendanaan bagi operasional BUMN menjadi lebih murah. Karena itu platform perseroan yang disinergikan adalah PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani atau PNM, serta PT BRI (Persero).

 Baca juga: Terbesit di Pikiran Erick Thohir Bikin Perusahaan Pupuk Non Subsidi

Erick mencontohkan, pembiayaan yang dilakukan Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani saat ini masih bergantung pada pembiayaan jangka panjang yang memiliki biaya tinggi. Di mana, pendanaan bagi korporasi besar cukup murah, namun bagi ultra mikro cukup mahal.

"PNM bisnis modelnya sangat bagus, tapi pendanaan sangat mahal jadi ga fair kalau membantu korporasi besar murah tapi ultra mikro mahal. Tapi ini bukan salah PNM, makanya sinergikan dengan BRI. Kalau ke luar pinjam bunganya 9 persen, tapi ke BRI bisa 3 persen, jadi kan hemat 3 persen. Ini kenapa kita sinergikan pegadaian dan PMN," kata Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (30/11/2020).

 Baca juga: Kinerja BUMN Tahun Depan Diramal Turun 30%

Erick tercatat terus menggenjot transformasi BUMN. Pada aspek inovasi, kerja sama tidak saja terjadi antara BUMN, namun juga swasta. Mantan Bos Inter Milan itu, cukup membuka peluang bagi emiten swasta untuk ambil bagian dalam program-program negara.

Inovasi tersebut juga bertujuan mempersiapkan skema model bisnis perusahaan negara yang terus berupaya untuk diperbaharui.

"Tentu kita harapkan transformasi dan inovasi itu terjadi. dimana kita melihat, suka tidak suka kita akan membangun ekosistem antara kami dengan swasta. Lalu mempersiapkan landasan untuk model bisnis baru karena kita tahu juga dengan adanya Covid-19, tentu bisnis model ini terkoreksi," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini