Wall Street Galau, Indeks Nasdaq Tembus Rekor

Jum'at 04 Desember 2020 07:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 278 2321374 wall-street-galau-indeks-nasdaq-tembus-rekor-MiEbRNAJ7U.jpg Wall Street (Foto: Reuters)

JAKARTA - Saham-saham di Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan Indeks Komposit Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi terangkat oleh Tesla Inc, sementara S&P 500 jatuh setelah laporan bahwa Pfizer Inc telah memangkas target peluncuran vaksin COVID-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 85,73 poin atau 0,29% menjadi ditutup di 29.969,52 poin. Indeks S&P 500 berkurang 2,29 poin atau 0,06% menjadi menetap di 3.666,72 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir naik 27,82 poin atau 0,23% menjadi 12.377,18 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor energi menguat 1,07% memimpin penguatan. Sementara itu, sektor utilitas tergelincir 1,1% merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.​​​​​​​

Baca Juga: Disuntik Vaksin Covid-19, Wall Street Perkasa 

Tesla melonjak 5% setelah Goldman Sachs meningkatkan peringkat sahamnya menjadi "beli" menjelang penambahan produsen mobil listrik itu ke indeks S&P 500.

Tesla adalah saham Wall Street yang paling banyak diperdagangkan berdasarkan nilai, dengan sekitar USD25 miliar saham yang ditransaksikan, menurut data Refinitiv, lebih dari dua kali lipat Boeing, di tempat kedua.

Sementara S&P 500 jatuh dari level tertinggi sepanjang masa di akhir sesi setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Pfizer menghadapi kendala rantai pasokan terkait vaksin, mengirimkan sahamnya jatuh 1,7%.

Kemajuan dalam mengembangkan vaksin COVID-19 yang berfungsi sebelum akhir tahun telah mendorong indeks utama Wall Street ke rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir. Terlepas dari kehancuran ekonomi yang disebabkan oleh pandemi, S&P 500 telah naik sekitar 13% pada tahun ini.

"Itu adalah berita Pfizer yang memotong kenaikan sebelumnya," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.

“Kami ada di reli Santa akhir tahun, tapi reli itu akan diredam. Harapan stimulus kembali muncul di pasar dan sepertinya kami mungkin mendapatkan sesuatu sebelum akhir tahun, yang sangat dibutuhkan perekonomian."

Klaim pertama kali AS untuk tunjangan pengangguran turun minggu lalu, tetapi tetap sangat tinggi di 712.000, sementara survei terpisah menunjukkan aktivitas industri jasa AS melambat ke level terendah enam bulan pada November. Demikian seperti dilansir Antara, Jakarta, Jumat (4/12/2020).

“Saya tidak berpikir kita akan melihat angka-angka itu mulai kembali normal sampai kita mulai melihat peluncuran vaksin,” kata Sal Bruno, kepala investasi di IndexIQ. "Pasar sedang mengabaikannya dan mengatakan kami menantikan kuartal pertama atau kedua dan peluncuran vaksin untuk populasi umum."

Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell mengutip beberapa gerakan positif dalam upaya kongres untuk mencapai kompromi atas RUU bantuan baru virus corona, tetapi tidak memberikan petunjuk kapan kesepakatan semacam itu dapat dicapai.

Boeing Co melonjak setelah maskapai penerbangan murah Ryanair memesan 75 jet 737 MAX tambahan dengan harga jual USD9,0 miliar memberikan bantuan komersial kepada pembuat pesawat AS yang diperangi itu.

Optimisme vaksin yang luas membantu mengangkat indeks maskapai S&P 1500 sebesar 4,0%. Operator kapal pesiar Carnival Corp dan Norwegian Cruise Line Holdings Ltd keduanya melonjak lebih dari 8,0%.

Penyedia keamanan cloud Zscaler Inc menguat lebih dari 26% setelah melaporkan pendapatan dan laba yang disesuaikan untuk kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini