Jepang Modali Lembaga Pengelola Investasi Rp57 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 06 Desember 2020 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 06 320 2322566 jepang-modali-lembaga-pengelola-investasi-rp57-triliun-DQ9nMgxNuT.jpg JBIC Berkomitmen untuk Bantu Lembaga Investasi Indonesia. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia resmi menggandeng Japan Bank for International Cooperation (JBIC) untuk pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia. Adapun nilai investasi dalam kerjasama ini ditaksir sebesar USD4 Miliar atau setara dengan Rp57 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marvest) Luhut Pandjaitan mengatakan, Indonesia telah berkomitmen atau bersepakat dengan Gubernur JBIC Maeda Tadashi untuk pembentukan SWF Indonesia. Bahkan, di menyebut nilai investasi dalam kerjasama ini besar dari yang disampaikan the US International Development Finance Corporation (DFC) atau lembaga pembiayaan asal Amerika Serikat.

Baca Juga: Aksi Luhut dan Erick Thohir Temui Investor Kakap Jepang Promosikan SWF

“JBIC siap mendukung pendanaan SWF Indonesia sebesar USD4 miliar atau Rp 57 triliun, dua kali lipat lebih besar dari yang disampaikan the US International Development Finance Corporation (DFC) atau lembaga pembiayaan asal Amerika Serikat”, lujar dalam keterangan pers, Minggu (6/12/2020).

Menko Luhut didamping oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Duta Besar RI Heri Akhmadi melanjutkan lawatan di Tokyo dan melakukan pertemuan maraton dengan Gubernur JBIC serta tidak kurang dari 20 investor potensial Jepang lainnya di bidang finance dan energi.

“JBIC akan menjadi salah satu lembaga keuangan yang berpartisipasi dalam master fund SWF Indonesia yang disebut Nusantara Investment Authority (NIA)," kata dia.

Baca Juga: Menko Luhut dan Erick Thohir Terbang ke Jepang, Mau Ngapain Pak?

Dia juga menilai, dukungan dari JBIC dan pemerintah Jepang akan memperkuat ikatan kerja sama strategis Indonesia dan Jepang. Bahkan, semakin menarik sektor swasta Jepang lainnya berinvestasi di Indonesia.

Komitmen yang disampaikan oleh Gubernur JBIC tersebut akan segera ditindaklanjuti di tingkat teknis dan harapannya investasi JBIC dapat mulai masuk ke Indonesia pada kuartal pertama 2021.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur SWF Indonesia akan selesai pada pertengahan Desember 2020. Di mana, PP tersebut dinilai akan semakin percepat pembentukan lembaga dana abadi Indonesia itu.

Dalam kesempatan terpisah, Luhut dan Erick bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Kajiyama Hiroshi.

Dalam pertemuan itu, Luhut menyebut komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus berikan kepastian hukum kepada investor Jepang. “Dengan adanya Omnibus Law UU Cipta Kerja, tentunya peraturan perpajakan Indonesia akan semakin baik," kata dia.

Luhut dan Erick juga dijadwalkan akan langsung bertolak ke Abu Dhabi dan Saudi Arabia pada Sabtu (5/12/2020) guna jajaki dukungan untuk pembentukan NIA kepada pihak-pihak terkait lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini