Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saham JD Health Meroket saat IPO di Bursa Hong Kong

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 09 Desember 2020 |11:43 WIB
Saham JD Health Meroket saat IPO di Bursa Hong Kong
Ilustrasi IPO (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Saham JD Health, melonjak tajam saat debut di bursa saham Hong Kong. Perusahaan perawatan yang merupakan bagian dari raksasa e-commerce China JD.com ini melonjak 34% dari harga penawaran mereka.

Bahkan, saham JD Health terus melanjut sepanjang hari hingga mencapai angka tertinggi 109,5 dolar Hong Kong atau naik 55% dari harga penawaran. Adapun JD Health menerbitkan 381,9 juta saham dengan harga masing-masing 70,58 dolar Hong Kong.

Baca Juga: Melantai di BEI, Sunindo Adipersada Bidik Pasar Global Mainan Anak

Mengutip dari CNBC, Rabu (9/12/2020), perusahaan mengatakan hasil bersih dari penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) adalah 26,46 dolar Hong Kong atau settara USD3,41 miliar. Saham JD Health dihargai di ujung atas dari 62,8 dolar Hong Kong menjadi 70,58 dolar Hong Kong yang di pasarkan kepada investor.

Bank-bank investasi dapat memutuskan untuk melaksanakan apa yang disebut opsi penjatahan lebih di mana 57.285.000 lebih banyak saham akan diterbitkan. Itu akan menghasilkan tambahan 3,98 miliar dolar Hong Kong yang dikumpulkan dari IPO. Namun penjatahan berlebih harus dilakukan sebelum 31 Desember.

Baca Juga: Melantai di Bursa Saham dengan e-IPO, Berikut Penjelasan BEI

Rencana pertumbuhan bisnis

JD Health mengatakan 40% dari laba bersih akan digunakan untuk ekspansi bisnis selama 3 hingga 5 tahun ke depan. Sementara itu, 30% akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan dalam 2 hingga 3 tahun ke depan.

Sedangkan sisa uang akan digunakan untuk investasi potensial, akuisisi dan tujuan perusahaan umum. Bisnis perusahaan difokuskan pada layanan perawatan kesehatan online seperti konsultasi dengan dokter, serta apotek online-nya.

JD Health sendiri menghasilkan pendapatan sebesar 8,78 miliar yuan atau setara USD1,34 miliar dalam enam bulan yang berakhir pada 30 Juni. Angka ini mengalami kenaikan dari 4,99 miliar yuan pada periode yang sama tahun lalu.

Namun sayangnya, CEO Xin Lijun Selasa menolak untuk mengatakan apakah perusahaan akan dapat mempertahankan posisi itu. Dia menekankan fokus perusahaan adalah pada peningkatan pengalaman pengguna, yang secara alami akan menghasilkan pendapatan.

"Perawatan kesehatan dan industri medis China seperti bermain 'Pergi'," kata Xin.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement