Share

Duet Luhut dan Erick Thohir Bawa Oleh-Oleh Investasi dari Timur Tengah

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 10 Desember 2020 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 320 2325000 duet-luhut-dan-erick-thohir-bawa-oleh-oleh-investasi-dari-timur-tengah-bZBC25qW2G.jpg Menko Luhut Bawa Oleh-Oleh Investasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bawa oleh-oleh investasi dari Abu Dhabi dan Riyadh.

Keduanya telah menyelesaikan tugas kunjungan ke Abu Dhabi dan Riyadh pada tanggal 7-8 Desember 2020. Di mana, mereka bertemu YM Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, Putera Mahkota Abu Dhabi, dan Menteri Investasi dan Menteri Keuangan Arab Saudi.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Indonesia dan otoritas kedua negara itu membicarakan perihal kerja sama strategis khususnya di bidang investasi dan ekonomi. Luhut dan Erick juga menawarkan partisipasi UEA serta Arab Saudi melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.

"Tugas kunjungan ke negara sahabat Timur Tengah ini dilakukan untuk mempererat hubungan strategis dan persahabatan di bidang investasi dan ekonomi terutama pada saat pasca-Covid-19,” ujar Luhut dalam keterangannya, Kamis (10/12/2020).

Baca Juga: Erick Thohir Pamer Foto di Jalan Presiden Joko Widodo 

 

Luhut melihat perlunya kerjasama bilateral yang lebih erat antar negara untuk bisa memulihkan perekonomian pasca Covid-19. Kedatangan vaksin telah memberikan berita baik di bidang perekonomian. Meski begitu, tanpa kerja sama yang nyata dalam investasi dan ekonomi, pemulihan ekonomi Indonesia tidak akan optimal.

Dalam kesempatan itu, kedua perwakilan Indonesia juga menawarkan kerja sama, khususnya proyek-proyek perseroan pelat merah. Misalnya, Bank Syariah BUMN, investasi di Provinsi Aceh dan Provinsi Nusa Tenggara Barat, terutama di Mandalika.

 

Pemerintah juga memberikan mengenai transformasi BUMN yang saat ini sedang berjalan di mana jumlah klaster berkurang dari 27 ke 12.

"Kemajuan dari reformasi ini sangat diapresiasi oleh Pemerintah UEA dan Arab," kata Erick.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba, RI Jajaki Kerja Sama Ekonomi dengan UEA dan Arab Saudi 

Ihwal pelaksanaan proyek SWF, Indonesia berhasil mendapat dana sebesar Rp57 triliun dari Jepang. Di mana, nelalui Japan Bank of International Cooperation (JBIC), pemerintah Jepang menyodorkan pendanaan Master Fund untuk SWF Indonesia.

Pemerintah menilai bergabungnya Jepang akan semakin meningkatkan kredibilitas yang dimiliki SWF Indonesia. Dia juga optimis komitmen terdahulu dari Amerika Serikat dan Jepang akan segera disusul oleh Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan juga Korea Selatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini