1,2 Juta Vaksin Sinovac Bikin Perekonomian RI Tumbuh Positif

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 11 Desember 2020 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 320 2325946 1-2-juta-vaksin-sinovac-bikin-perekonomian-ri-tumbuh-positif-jzb7muJaa7.jpg Vaksin Virus Corona dari Sinovac Tiba di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia akan mulai melakukan program vaksinasi di akhir 2020. Program tersebut secara gradual akan dilakukan lebih ekstensif ke seluruh wilayah Indonesia mulai tahun depan.

Luhut menyampaikan, jika vaksinasi berhasil, maka ekonomi Indonesia tumbuh ke arah yang lebih positif.

Baca Juga: ADB Kucurkan Rp126 Triliun Vaksinasi Covid-19 Negara Berkembang

"Saya sangat optimistis bahwa mulai tahun depan perekonomian akan terus berjalan untuk tumbuh secara positif," kata Luhut dalam penutupan the 8th US-Indonesia Investment Summit secara virtual di Jakarta, Jumat(11/12/2020).

Minggu lalu, kata dia, Indonesia telah menerima vaksin Covid-19 sebanyak 1,2 juta dosis dari produsen luar negeri. Saat ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan proses evaluasi dan pemeriksaan terhadap vaksin tersebut.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Kurang, Wamen BUMN: Kita Masih Mencari

"Kami akan menunggu sampai proses tersebut selesai, kemudian akan memulai program vaksinasi. Jika semua berjalan sesuai rencana, Insya Allah kami berharap vaksinasi dapat dimulai pada akhir 2020 dan segera diikuti dengan vaksinasi ekstensif di seluruh negeri pada 2021," ucap Luhut.

Di saat yang bersamaan, percepatan pemulihan ekonomi juga didorong melalui pengesahan UU Cipta Kerja. Pasalnya, UU sapu jagat ini diyakini menjadi terobosan dalam mendorong masuknya investasi asing.

"UU ini menjadi jalan untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih besar dan sangat dibutuhkan Indonesia dalam upaya memulihkan perekonomian akibat pandemi covid-19," pungkas Luhut.

Sebelumnya, Induk Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Farmasi, PT Bio Farma (Persero) mencatat 1,2 juta dosis kemasan single dose akan diprioritaskan bagi para tenaga medis atau kesehatan.

Direktur Utama Bio Farma Honsety Basyir mengatakan, pihaknya menerima penugasan dan amanah dari pemerintah untuk memprioritaskan vaksinasi kepada para medis. Itu karena, tenaga kesehatan sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan pasien yang terinfeksi Covid-19.

Baca Juga: 1,8 Juta Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba Akhir Desember

"Kami sebagai Holding BUMN Farmasi mendapat penugasan dari pemerintah khususnya dalam menyediakan vaksin Covid-19 untuk masyatakat. Dan juga untuk tahap awal, vaksin yang akan masuk dan juga sudah masuk diprioritaskan untuk tenaga kesehatan," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini