JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja positif dalam sepekan. Bahkan dalam sepekan perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di masa pandemi Covid-19 yaitu di level 6.000.
Berikut fakta pergerakan IHSG dan BEI selama periode 7-11 Desember 2020 berdasarkan data BEI yang dirangkum Minggu (13/12/2020).
Baca Juga: Nasib IHSG Akhir Tahun Tergantung Hasil Vaksinasi
1. IHSG Melesat 2,20% dalam Sepekan
Peningkatan selanjutnya datang dari rata-rata volume transaksi sebesar 4,64% menjadi 28,660 miliar saham dari 27,390 miliar saham pada pekan yang lalu. Kemudian, data kapitalisasi pasar bursa pekan ini juga ditutup meningkat sebesar 2,25% menjadi Rp6.910 triliun dari Rp6.758 triliun pada pekan yang lalu.
2. IHSG Bergerak Sempit pada Desember 2020
Menurut Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono, pasar modal Indonesia selama periode 7-11 Desember 2020 mencatatkan pergerakan data perdagangan yang didominasi oleh tren peningkatan dan ditutup positif pada akhir pekan ini.
3. Ada 3 Pencatatan Obligasi di BEI
Pada pekan ini terdapat sebanyak tiga pencatatan Obligasi di BEI. Pada Senin (7/12/2020) terdapat dua pencatatan obligasi, yang pertama adalah Obligasi Berkelanjutan IV Mandala Multifinance Tahap II Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Mandala Multifinance Tbk dengan nilai nominal sebesar Rp315 miliar. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idA (Single A) untuk Obligasi ini. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.
4. Investor Asing Jual Bersih Rp1,307 Triliun
Sementara itu, investor asing pada Sabtu 12 Desember 2020 mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,307 triliun, sedangkan sepanjang tahun 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp46,195 triliun.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.