Gubernur BI Kembali Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Keuangan Syariah

Rina Anggraeni, Jurnalis · Minggu 13 Desember 2020 17:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 13 320 2326900 gubernur-bi-kembali-ditunjuk-jadi-ketua-dewan-keuangan-syariah-mhUYeV0KH5.jpg Gubernur BI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo kembali secara aklamasi ditunjuk sebagai Chairman Executive Committee (EC) IFSB untuk periode 2021-2022. Penunjukkan tersebut dilakukan pada 37th Meeting of the Council Islamic Financial Services Board (IFSB)[1] yang diselenggarakan kemarin (10/12) secara virtual.

Program transformasi pada Chairmanship Perry Warjiyo sebelumnya (2019-2020) telah menghasilkan Strategic Framework & Business Plan, struktur dan proses tata kelola baru, serta penyusunan kerangka kompensasi berbasis kinerja.

Baca Juga: Presiden Tunjuk Menko Airlangga Jadi Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif 

Bersama dengan 9 anggota EC lainnya, Perry Warjiyo akan melanjutkan transformasi strategis IFSB serta menjalankan peran sebagai mitra strategis Council dalam pembahasan kerangka strategis dan aspek governance IFSB.

"Ke depan, Chairman Executive commmittee akan terus mengarahkan proses transformasi pada area kebijakan, organisasi, dan human capitaI IFSB," kata Perry di Jakarta, Minggu (13/12/2020)

 Wawancara Khusus Bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Council Meeting IFSB dihadiri oleh gubernur bank sentral serta otoritas jasa keuangan dari berbagai negara, antara lain dari Indonesia, Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Nigeria, serta Islamic Development Bank (IsDB). Pertemuan kali ini secara khusus membahas mengenai Economic and Financial Stability Issues dalam merespons Covid-19.

Saat ini, ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar) memiliki 3 peran penting dalam penanganan dampak pandemi COVID-19 terhadap ekonomi Indonesia, yaitu terkait peningkatan koordinasi dalam bauran kebijakan, pemberdayaan instrumen keuangan sosial syariah (wakaf, infak, dan sedekah), serta peningkatkan peran industri halal untuk kembali menggerakkan permintaan masyarakat yang sempat menurun akibat pembatasan sosial.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini