Teten Klaim UMKM Pangan Tangguh di Tengah Covid-19

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 320 2328056 teten-klaim-umkm-pangan-tangguh-di-tengah-covid-19-i3WKudBt8f.jpg UMKM Pangan (Foto: Okezone)

JAKARTA - UMKM yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 salah satunya adalah yang bergerak di sektor pangan, termasuk pertanian. Terlebih, data BPS di triwulan III 2020 menunjukkan bahwa sektor pertanian adalah salah satu sektor yang tumbuh paling tinggi di angka 2,15%.

"Ini sangat menggembirakan. Daya beli masyarakat memang turun, tetapi konsumsi masyarakat menjadi berfokus ke kebutuhan pokok," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki dalam konferensi pers virtual "HSBC Membangun Masyarakat Tangguh" di Jakarta, Selasa(15/12/2020).

Teten mengatakan bahwa pandemi Covid-19 memberikan implikasi sosial dan ekonomi yang dalam terhadap UMKM, baik dari segi supply maupun demand.

Baca Juga: UMKM Manfaatkan UU Cipta Kerja, Bisa Dapat Proyek dari BUMN 

Bahkan, hasil riset OECD di bulan Februari 2020 menyebutkan bahwa lebih dari 50% UMKM Indonesia tidak akan bertahan di masa pandemi.

"Namun demikian, pandemi ini memberikan pelajaran. Tidak sedikit UMKM yang dapat bertahan, bahkan bisa tumbuh di tengah pandemi," ungkap Teten.

Teten menuturkan, sektor pangan memegang peranan penting terkait hajat hidup orang banyak. Sektor ini juga merupakan kontributor ketiga terbesar dalam PDB Indonesia. Selain itu, sektor pangan juga menyediakan lapangan pekerjaan yang luas karena sifatnya yang padat karya.

"Pengelolaan pangan yang baik akan jadi kunci bagi setiap bangsa menghadapi krisis pangan akibat pandemi Covid-19 sebagaimana yang diprediksi FAO dan World Food Program. Saya rasa pemerintah sudah mengantisipasi hal tersebut dengan baik," terangnya.

Dari sisi hulu dan hilir, lanjut dia, pemerintah sudah melakukan beberapa skenario dan intervensi kebijakan.

"Intervensi kebijakan ini melalui kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang di dalamnya juga termasuk petani dan pelaku usaha lainnya di sektor pangan dan pertanian," pungkas Teten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini