5 Kebiasaan yang Bikin Rumah Berantakan, Sering Belanja Barang Baru

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Rabu 16 Desember 2020 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 470 2328762 5-kebiasaan-yang-bikin-rumah-berantakan-sering-belanja-barang-baru-kIZwWE71IC.jpg Kebiasaan yang Bikin Rumah Berantakan. (Foto: Okezone.com/Housecleaningbocaraton)

JAKARTA Rumah bersih dan rapi tentu jadi dambaan dan idaman setiap orang. Selain enak dilihat, rumah rapi membuat penghuninya betah dan bahagian karena kenyamanannya.

Namun, memang agak sulit menjaga kerapian rumah, terutama bila penghuni rumah seorang pekerja kantor. Di mana kesehariannya berada di tempat kerja dan rumah hanya menjadi tempat istirahat.

Sulit namun bukan berarti mustahil untuk dilakukan karena hal ini merupakan soal kebiasaan. Apalagi jika memiliki kebiasaan buruk yang seringkali dilakukan di rumah dan berkontribusi membuatnya jadi semakin berantakan.

Melansir dari Real Simple, Rabu (16/12/2020), berikut beberapa kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan rumah berantakan.

1. Menaruh Koran Sembarang Tempat

Jika berlangganan koran atau majalah, setiap hari pasti selalu ada edisi terbaru yang datang ke rumah. Selain itu, surat dari pos juga terkadang datang dan menumpuk.

Baca Juga: 6 Langkah Bikin Kamar Mandi Kembali Kinclong

Sebaiknya siapkan sebuah storage atau keranjang untuk tempat khusus menaruh surat, koran, atau majalah. Letakkan di dekat pintu masuk atau di ruang tamu.

Rutin juga untuk mengecek tanggal edisi setiap harinya. Jika ada tanggal yang sudah lewat, buang atau simpan untuk diloakkan kemudian hari.

2. Menaruh Semua Barang di Kamar Mandi

Kamar mandi merupakan tempat yang jarang dilihat oleh tamu, karena biasanya berada di bagian belakang rumah. Terkadang hal ini dimanfaatkan pemilik rumah untuk menaruh barang-barang di kamar mandi, seperti handuk, alat pel, stok peralatan mandi, sabun pembersih lantai, baju kotor, dan lainnya.

Hal tersebut membuat kamar mandi menjadi sempit. Cobalah untuk membeli rak storage tinggi yang tidak memakan tempat. Untuk menaruh semua barang yang ada di kamar mandi. Bisa diletakkan di sudut ruangan ataupun di dinding atas kloset duduk.

Baca Juga: Cara Renovasi Rumah yang Tak Bikin Kantong Bolong

3. Menumpuk Pakaian di Kursi

Setelah seharian beraktivitas di luar rumah, tenaga pun sudah terkuras. Bahkan pakaian kotor bekas dipakai akan diletakkan begitu saja di atas kursi. Selama hari kerja, kebiasaan itu akan terulang di keesokan harinya.

Selain pakaian kotor, pakaian bersih pun bisa menumpuk di kursi. Biasanya terjadi setelah mengangkat jemuran. Pakaian akan diletakkan begitu saja, terlebih penghuni rumah merupakan seorang pekerja kantoran yang tidak memiliki waktu untuk bebenah pakaian.

Tentunya hal ini menjadi kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan rumah berantakan. Solusinya belilah keranjang cucian yang memiliki penutup. Letakkan keranjang di lokasi yang paling strategis di rumah. Barang ini akan berguna untuk menyimpan semua pakaian kotor bekas pakai atau pakaian bersih yang baru selesai dijemur.

4. Menyimpan Sepatu Sembarangan

Sepatu dan sandal merupakan dua hal yang selalu digunakan oleh semua anggota keluarga. Tak jarang satu anggota keluarga bisa menggunakan lebih dari 2 sepatu/sandal setiap harinya. Entah itu digunakan untuk ke sekolah, ke kantor, ke pasar, ataupun sekadar ke luar rumah.

Hal ini menyebabkan berserakannya sepatu dan sandal di halaman rumah. Oleh karena itu, sediakan rak sepatu di dekat pintu masuk. Berikan juga pemisah rak, dimana sepatu/sandal yang sering dan yang jarang digunakan.

5. Sering Berbelanja Barang Baru

Ketika melihat barang lucu, secara tidak langsung akan membelinya, walaupun barang tersebut tidak dibutuhkan. Selain menimbulkan sifat konsumtif, hal ini tentu akan berpengaruh pada tempat penyimpanan di rumah.

Sebaiknya jika sudah tidak memiliki tempat penyimpanan untuk barang yang dibeli, maka lakukan pengorganisasian. Coba untuk menerapkan aturan dalam berbelanja.

Misalnya ketika belanja baju, jika menambah satu baju baru maka keluarkan satu baju lama yang dimiliki. Baju tersebut bisa di donasikan atau diberikan kepada saudara. Begitu juga kepada barang-barang lain, seperti mainan anak, sepatu, alat masak, dan lainnya. Jika hal ini dilakukan secara konsisten, maka akan dipastikan ruang penyimpanan tidak akan penuh dan berantakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini