Harga Minyak Terus Naik, dari Minus Kini Tembus USD51/Barel

Kamis 17 Desember 2020 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 320 2329141 harga-minyak-terus-naik-dari-minus-kini-tembus-usd51-barel-ZSBLBL4ljY.jpg Harga Minyak (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didukung oleh data pemerintah AS yang menunjukkan persediaan minyak mentahnya turun minggu lalu dan optimisme tentang paket bantuan virus corona di Amerika Serikat.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari naik 32 sen, menjadi menetap di USD51,08 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, naik 20 sen menjadi ditutup pada USD47,82 per barel, level tertinggi dalam sembilan bulan.

Persediaan minyak mentah AS turun 3,1 juta barel dalam sepekan hingga 11 Desember, kata Badan Informasi Energi (EIA) Para analis memperkirakan untuk penurunan 1,9 juta barel, setelah stok melonjak dalam data pekan lalu.

“Kami tidak mampu menambah (stok) setelah minggu lalu,” kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho. “Paket stimulus AS tampaknya sedang diproses, yang juga akan mendukung.”

Baca Juga: Sri Mulyani: Baru Pertama Kali dalam Hidup Saya, Harga Minyak Negatif 

Para pemimpin Kongres AS mengatakan kemajuan substansial telah dibuat dalam kebuntuan selama berbulan-bulan mengenai bantuan virus corona dan RUU pendanaan untuk mencegah penutupan pemerintah.

Permintaan minyak AS anjlok sekitar 13% tahun ini karena pandemi virus corona, dan angka penjualan ritel pada Rabu (16/12/2020) menunjukkan penurunan pengeluaran untuk kedua bulan berturut-turut saat kebangkitan kembali kasus COVID-19.

Permintaan di seluruh dunia buruk, dengan rebound yang paling menonjol terjadi di China. Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan pada Selasa (15/12) bahwa perlu beberapa waktu untuk membalikkan jatuhnya permintaan minyak global selama pandemi.

IEA merevisi turun perkiraannya untuk permintaan minyak tahun ini sebesar 50.000 barel per hari (bph) dan untuk tahun depan sebesar 170.000 barel per hari, mengutip pengurangan penggunaan bahan bakar jet karena lebih sedikit orang yang bepergian melalui udara. Demikian seperti dilansir Antara, Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Di Eropa, Jerman mulai melakukan penguncian ketat pada Rabu (16/12/2020) ketika jumlah kematian yang terdaftar akibat COVID-19 melonjak dengan peningkatan harian tertinggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini