Mendag Ajak Prancis Investasi Industri Halal di Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 320 2329621 mendag-ajak-prancis-investasi-industri-halal-di-indonesia-78BzU2I3Ao.jpg Potensi Industri Halal di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong agar Indonesia bisa menjadi salah satu pusat industri halal dunia. Apalagi potensi dari industri halal Indonesia sangat besar sekali.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pemerintah mengajak Prancis untuk bisa berinvestasi di Indonesia, khususnya produk halal. Menurutnya, ekonomi halal global saat ini berkembang dengan pesat, terutama karena peningkatan populasi muslim yang berdampak terhadap permintaan barang dan jasa halal.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Sebut Akan Ada 6 Kawasan Industri Halal

Selain itu, penduduk nonmuslim telah menunjukkan minat terhadap produk halal. Ditambah , pemerintah juga sedang gencar-gencarnya mendorong industri halal di tanah air.

“Sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tujuan untuk menjadi pusat halal global. Indonesia sedang mengembangkan industri halal dalam negeri dan fokus pada penguatan rantai nilai halal. Untuk itu, Indonesia mendorong perusahaan Prancis berinvestasi di sektor halal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (17/12/2020).

Baca Juga: Perkuat Integrasi Logistik, Industri Halal RI Bisa 'Jago' di Kancah Global

Sebagai gambaran, ekonomi halal global terus berkembang dengan peningkatan populasi muslim yang diperkirakan mencapai 2,2 miliar pada 2030. Sementara konsumsi global produk makanan dan minuman halal pada 2018 mencapai USD1,4 triliun dan diperkirakan meningkat menjadi USD2 triliun pada 2024.

Beberapa upaya untuk mengembangkan industri halal domestik dan penguatan rantai nilai halal. Rantai nilai halal mencakup halal hub daerah, sertifikasi halal, kampanye halal gaya hidup halal, insentif investasi, dan kerja sama internasional. Indonesia juga berencana untuk mengembangkan system ketelusuran halal (traceability system) and sistem asuransi halal.

“Kemendag mendukung peningkatan ekspor halal dengan upaya peningkatan daya saing produk halal, dukungan UMKM, relaksasi ekspor dan impor untuk tujuan ekspor, serta penguatan akses pasar melalui promosi dan perjanjian perdagangan,” jelasnya

Selain itu, Agus juga meminta Uni Eropa dan Prancis untuk meningkatkan akses pasar produk Indonesia, khususnya kelapa sawit. Apalagi, produk sawit Indonesia dan turunannya mengalami berbagai tantangan di pasar EU, antara lain kebijakan Renewable Energy Directive (RED) II, bea anti-subsidi (countervailing duties) terhadap biodiesel Indonesia, pengecualian dari insentif pajak untuk bahan bakar alam di Prancis, dan kampanye negatif terhadap produk sawit.

“Indonesia menyambut perkembangan kesepakatan IEU-CEPA yang telah dicapai kedua pihak dalam tiga tahun terakhir. Meskipun momentum positifnya sedikit terganggu pandemi yang mengakibatkan diundurnya perundingan ke-10, kedua belah pihak masih berkomitmen menyelesaikan negosiasi secepatnya,” kata Mendag.

Menurut Mendag, Uni Eropa dan Prancis adalah mitra perdagangan dan investasi penting bagi Indonesia. Untuk itu, IEU-CEPA adalah negosiasi prioritas yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Indonesia

“Indonesia berharap kedua belah pihak bisa mencapai kesepakatan pada akhir tahun depan. Untuk itu kami berharap dukungan penuh Prancis untuk memperlancar proses negosiasi,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini